KORAN ONLINE PUASA Saidi scaled 1
Beranda Ekonomi Kerajinan Lokal Kampung Purun...

Kerajinan Lokal Kampung Purun Banjarbaru, Tembus Pasar Internasional

Terbaru

Keseriusan pemerintah kota Banjarbaru dalam mengembangkan kerajinan lokal berbahan purun kini semakin berkembang, bahkan pemasaran mencapai tingkat nasional bahkan internasional.

Produk kerajinan purun yang dicanangkan sebagai bahan pengganti plastik kini mulai banyak diminati dipasaran, banyaknya perminat hasil kerajinan purun membuat omset pesanan di kampung purun meningkat, omsetnya pun terbilang lumayan diangka kisaran 8 sampai dengan 10 juta rupiah perbulannya.

Hal ini diungkapkan Aminah salah seorang pengrajin purun di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru yang membuat berbagai aneka produk berbahan dasar purun.

“Kami menjual berbagai macam kerajinan purun diantaranya berupa Tas Ransel, Tas Bahu, Bakul, Tikar, tempat Aqua botol dan Topi,” ~Aminah

WhatsApp Image 2019 11 16 at 16.57.33

KORAN ONLINE PUASA Saidi scaled 1

Pada awalnya, kerajinan purun ini sudah ada sejak lama, namun baru dikenal oleh masyarakat semenjak walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani meresmikan tempat ini sebagai kampung tematik yaitu Kampung Purun, pada tahun 2016 lalu.

“kemudian Waktu itu pemerintrah memberikan bantuan berupa pembekalan pelatihan pembuatan purut yang diikuti oleh semua penngrajin, selanjutnya pemerintah sendiri dipromisikan produk kerajinan ini,”katanya,

Ia menjelaskan, pengerjaan kerajinan purun ini sebenarnya tidak terlalu sulit, namun juga tidak terlalu mudah, tergantung kemampuan seorang pengrajinnya. Hanya saja waktu pembuatannya yang bisa berhari hari hari, tergantung permintaan.

7fd7709b 1dd0 4986 a174 95c44341d349 2

“Kalau untuk pembuatan beberapa macam tas kita bisa sampai 2 atau tiga hari, tergantung motif dan jumlah pemesanan, sedangkan untuk tikar, bakul, topi dan tempat air minum gelasan hanya cukup beberapa jam saja,” jelasnya.

Dalam sehari ia dan beberapa pengrajin lainnya bisa memproduksi puluhan jenis produk purun, yang mana kemudian dipasarkan oleh pihak ke dibawa ke pasar lokal atau pasar tradisional.

Pemasaran kerajinan purun ini terbilang cukup fantastic karena sudah mencapai pasar Internasional seperti Timur Tengah dan Korea.“Untuk pesanan luar wilayah biasanya pemesan terlebih dahulu datang untuk memesan dan akan dikirim setelah selesai, diharapkan produk ini semakin berkembang dan semakin terkenal di mancanegara,” lanjutnya.

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

‘Ayam Asix’ Kini Hadir Di Kota Banjarbaru

Restoran cepat saji ‘Ayam Asix’ kini hadir di kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, tepatnya di Jl. A Yani Kilometer 35.Pembukaan Ayam Asix yang digelar,Kamis(28/08/2020) dihadiri...

Kacang Bagula Acil Imay, Lezat dan Menyehatkan

Kacang Bagula menjadi incaran para penikmat kuliner yang ingin mencicipi panganan unik. Terlebih lagi makanan ini hanya tersedia saat di bulan Ramadan, membuat sensasi...

Kamu mungkin juga suka

Wabup Banjar Sidak Pasar, Harga Bahan Pokok Stabil Kecuali Daging Sapi...

Wakil Bupati Banjar H.Said Idrus Al Habsyi didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Eddy Hasby, Kepala Disperindag I Gusti...

Bupati Balangan Imbau ASN Belanja Di Pasar Lokal

Bupati Balangan H Abdul Hadi mengimbau Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Balangan untuk gerakan berbelanja di pasar...

Program Penukaran Tabung Gas LPG 3 kg ke 5,5 kg Disperindag...

Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan terkait ketentuan penggunaan Gas LPG 3 Kilogram di kalangan Aparatur Sipil Negara direalisasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Program...

Perajin Purun Di Tengah Pandemi Covid-19

Wisata tematik kota Banjarbaru, Kampung Purun menghasilkan beraneka kerajinan berbahan purun seperti tas, dompet, tikar, tempat botol minum,dll.Memiliki empat kelompok perajin dengan 20 anggota,...