Beranda Ekonomi Usaha Perikanan Di Jorong...

Usaha Perikanan Di Jorong “Ditikam Dari Dua Arah”

Terbaru

Iklan untuk Habar kalimantan
Banner Ucapan Selamat Saidi

Pedagang Kepiting Rajungan dan Ikan Tenggiri di kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, mengeluhkan masuknya pembeli dari luar yang langsung membeli hasil tangkapan dari nelayan.

Pembeli yang diduga berasal dari pulau jawa itu menyebabkan pedagang setempat merasa kesulitan untuk dapat bersaing, lantaran harga beli pedagang luar itu lebih tinggi dari mereka.

Selain itu, kehadiran pembeli dari luar tersebut diakui pedagang setempat menyebabkan harga pasar lokal Kepiting Rajungan dan Ikan Tenggiri menjadi rusak.

“Kalau untuk nelayan tidak berpengaruh, malah menguntungkan mereka, tetapi kita pedagang lokal ini yang kehilangan harga pasaran,”ucap Amir, salah seorang pedagang ikan.

ucapan Syamsudinoor Ketua DPC Partai Demokrat balangan

Kepala Desa Balida Balangan

Selain dengan pembeli dari luar, persaingan dagang antar pengepul lokal pun menjadi problem pengusaha ikan di kecamatan Jorong saat ini. Sebab, beberapa diantara mereka juga telah mendirikan shelter pengepulan tanpa disertai izin usaha dari pihak terkait.

IMG 20201102 WA0032

“Sebaiknya pihak terkait baik itu dari kabupaten maupun provinsi memantau perdagangan ikan di wilayah pesisir ini. Sebab, ada juga pengusaha yang melakukan perdagangan tanpa disertai izin usaha,”

“Tidak ada yang melarang mau beli dimana atau menjual kemana, cuma berdaganglah sesuai dengan aturan pemerintah,Bersainglah secara adil,” tuturnya.

Kesempatan berbeda, Kepala Satuan Kerja Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Kalimantan Selatan, Trisna Utama, membenarkan adanya aktivitas pedagang dari luar yang datang dengan menggunakan armada truk untuk membeli ikan ke nelayan lokal.

”Saya baru dapat informasinya bahwa truk itu tidak hanya beroprasi di daerah Jorong Tanah Laut saja, tapi sudah sampai ke Kabupaten Kotabaru,” sebutnya.

Trisna menambahkan, pedagang dari luar tersebut sebelum masuk di wilayah Kalimantan Selatan ini, sebaiknya terlebih dahulu menghubungi pelaku usaha lokal dan tidak serta merta mendatangkan armada dan membeli ikan dari nelayan dengan harga yang lebih tinggi.

“Ini dapat merusak roda ekonomi perikanan di Kalimantan Selatan. Saya sudah melaporkan ini kepada salah seorang petugas di Kantor Karantina Ikan Kalsel, cuma sampai sekarang belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Lanjut Trisna, hal ini apabila dibiarkan, lama kelamaaan juga akan berdampak pada Perum Perindo Kalsel yang selama ini berperan sebagai mitra bagi para pengusaha ikan lokal.

“Salah satu tujuan Perum Perindo ditempatkan di tiap provinsi yakni sebagai mitra usaha dan membantu permodalan para pengusaha ikan lokal yang sudah legalitas, kalau kondisi seperti ini bagaimana mitra usaha kami itu dapat bersaing di pasaran,mereka seolah ditikam dari dua arah, satu dari pembeli luar dan masalah lama sesama pedagang yang ilegal,”tuturnya.

147472014 488693172524592 7656871165523889710 n

Banner Ucapan Selamat Saidi
147472014 488693172524592 7656871165523889710 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

Aplikasi Cangkal Berantas Prostitusi Online Di Banjarbaru

Dalam 1 pekan terakhir Unit Patroli Sat Sabhara Polres Banjarbaru yang dipimpin Aiptu Isman sedikitnya mengamankan 9 pelaku yang diduga menjual jasa prostitusi online...

Kasur Kapuk Di Martapura Tidak Ada Pematinya

Ditengah persaingan pasar khususnya produk kasur modern, Kasur kapuk ternyata masih diminati masyarakat di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Hal ini terbukti, masih eksisnya perajin...

Kamu mungkin juga suka

Program Penukaran Tabung Gas LPG 3 kg ke 5,5 kg Disperindag...

Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan terkait ketentuan penggunaan Gas LPG 3 Kilogram di kalangan Aparatur Sipil Negara direalisasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Program...

Balai KIPM Sosialisasi Regulasi Karantina Ikan dan Louncing Kusuka

Balai KIPM Banjarmasin, menggelar kegiatan “Sosialisasi Regulasi Karantina Ikan dan sekaligus Louncing Kusuka” bagi seluruh pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan....

BKIPM Kunci Aktivitas Pelaku Usaha Perikanan Apabila Tidak Memiliki KUSUKA

Sosialisasi Regulasi Peraturan undang - undang nomor 21 Tahun 2019 digelar Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Banjarmasin, Kementerian Kelautan...

Perajin Purun Di Tengah Pandemi Covid-19

Wisata tematik kota Banjarbaru, Kampung Purun menghasilkan beraneka kerajinan berbahan purun seperti tas, dompet, tikar, tempat botol minum,dll.Memiliki empat kelompok perajin dengan 20 anggota,...