Beranda Habar Banjar Dugaan adanya “Setan Gundul”...

Dugaan adanya “Setan Gundul” dan Penanganan Covid-19, DPRD Banjar Akan Bentuk Pansus.

Terbaru

Iklan untuk Habar kalimantan
Banner Ucapan Selamat Saidi

Panitia Khusus (Pansus) berkaitan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diduga ada “setan gundulnya”, dalam waktu dekat akan dibentuk oleh DPRD Banjar.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Banjar M Rofiqi didampingi Waket DPRD Banjar Akhmad Rizanie kepada Jurnalis, Senin (11/5/2020).

“Kalau saya istilahkan latar belakang pembentukan pansus RTRW ini ialah karena kami ada mendengar isu bahwa carut-marut zona dalam RTRW ini disebabkan adanya ‘setan gundul’ atau dugaan gratifikasi, sehingga zona yang asalnya respan air, malah menjadi perumahan. Parahnya, cuma orang tertentu saja yang bisa berinvestasi,” tukas Rofiqi.

Menurutnya, karena resapan air sudah didirikan perumahan, menyebabkan sejumah area pertanian menjadi sulit diberdayakan, karena sepanjang tahun menjadi terendam.

“Ini masalah tidak sesuai dengn ekspektasi dewan. Kalau memang aturan ya harus ditegakkan, jangan sampai cuma tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegas Ketua DPRD Banjar.

Lanjut Rofiqi, pihaknya akan mengawal sampai tuntas masalah ini, sebab negara harus jadi panglima.

“Kita akan telusuri kenapa sampai ada yang area perkantoran juga ada perumahan, juga yang awalnya area minapolitan bisa ada pengembangan yang lain. Ini seolah ada jual beli kebijakan. Kita tentu ingin daerah ini menjadi semakin baik, namun kalau ada permainan sangat menyayangkan,” tandasnya.

ucapan Syamsudinoor Ketua DPC Partai Demokrat balangan

Kepala Desa Balida Balangan

Sementara Akhmad Rizanie menambahkan, selain pansus RTRW, pihaknya juga akan membentuk pansus Covid-19 yang khusus mengawal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjar.

“Kita ketahui gugus tugas bertugas menangani wabah Corona. Namun, tentunya dalam menangani menggunakan dana yang besar. Nah, kita ingin penanganan bisa lebih terarah dan tidak terjadi penyimpangan. Makanya kita akan bentuk pansus Covid-19,” beber Rizanie.

Pansus Covid-19 itu, lanjut Akhmad Rizanie, untuk mengetahui sejauh mana pergeseran anggaran yang katanya tiap SKPD hingga 50 persen berhemat.

“Selain itu, soal insentif bagi para medis yang perlu transparansi, sebab ada juga dibantu dari pihak ketiga. Tentu sejauh mana pemanfaatan anggaran ke para medis ini. Kami juga meminta agar para jurnalis diperhatikan, karena mereka termasuk yang berjibaku dalam mengggali informasi maupun sosialisasi penanganan Corona ini,” ujarnya.

Baik Rofiqi maupun Rizanie kurang sepakat dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mengingat ekonomi masyarakat akan sangat terpukul jika PSBB.

“Masyarakat kita kebanyakan masyarakat kecil yang tentu akan terpukul ekonominya jika dua atau tiga pekan tanpa berusaha. Kami pikir, PSBB kurang tepat diterapkan,” tambah Rofiqi.

147472014 488693172524592 7656871165523889710 n

Banner Ucapan Selamat Saidi
147472014 488693172524592 7656871165523889710 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

Gagal Landing, Garuda Indonesia Putar Balik

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor GA 504 rute Jakarta tujuan Pontianak, gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Kalimantan Barat(Kalbar), Kamis (25/2/2021).Dikutip dari suarakalbar.co.id, pesawat...

Kasur Kapuk Di Martapura Tidak Ada Pematinya

Ditengah persaingan pasar khususnya produk kasur modern, Kasur kapuk ternyata masih diminati masyarakat di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Hal ini terbukti, masih eksisnya perajin...

Kamu mungkin juga suka

Bupati Banjar Lantik 163 Pengurus DPD KNPI Kabupaten Banjar

Pelantikan Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar masa bhakti 2021-2023 dan Rakerda dilaksanakan di Mahligai Sultan Adam, Pendopo...

UAN Ditiadakn, Kelulusan Ditentukan Sekolah Masing-Masing

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan baru di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mana melalui surat edaran Kemendikbud menyatakan peniadaan...

Pro dan Kontra Vaksin Sinovac, Kadinkes Banjar : Virus Ganas Itu...

Ditengah keberlangsungan penanggulangan Covid-19 melalui Program Pemerintah Pusat yakni Vaksinasi di daerah Kabupaten Banjar muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat dengan adanya vaksin...

Komisi III DPRD Gelar RDP DenganTPH Banjar Bahas Pemulihan Sektor Pertanian

Sektor Pertanian di Kabupaten Banjar menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat musibah banjir yang melanda awal tahun ini.Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan...