Beranda Ekonomi Kerajinan Fuqaha Teluk Selong...

Kerajinan Fuqaha Teluk Selong Tembus Pasar Domestik Hingga Mancanegara

Sirup Kayu Manis 1

Terbaru

Kota Martapura terkenal memiliki banyak usaha kerajinan tangan, diantara kerajinan tangan yang cukup terkenal salah satunya adalah Usaha Kerajinan Kayu Fuqaha (Kaukah) yang berada di Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat.

Sam’ani salah satu pedagang kerajinan Fuqaha saat ditemui pada Sabtu (12/12/2020) mengungkapkan ia menggeluti kerajinan ini sejak 2016 lalu.

“Saat itu usaha batu akik mulai lesu, jadi saya menggeluti penjualan kerajinan ini. Ada bermacam-macam, mulai dari cincin, gelang, tasbih, bros sampai tongkat,” katanya.

IMG 20201212 WA0025

Buah Kaukah yang memiliki kekerasan cukup tinggi ini, Lanjut Sam’ani Dibuat oleh para pengrajin yang tersebar di seluruh Martapura.

“Jadi saya memberikan bahan baku Buah Kaukah pada pengrajin untuk dikerjakan, biasanya 5 kg untuk diolah pengrajin. Nanti setelah jadi akan dibayar sesuai jumlah kerajinan yang dibuat,” ungkapnya.

Selain menggunakan Buah Kaukah yang diimpor dari Turki ini, Khusus untuk dibuat tongkat bahan yang digunakan dari Kayu Ulin, namun sesuai kreativitas pengrajin.

Harga yang ditawarkan untuk setiap kerajinan cincin, gelang, tasbih dan bros ini sendiri sangat terjangkau mulai dari 5000 rupiah, dapat dibeli secara grosir maupun eceran secara online maupun datang langsung ke toko milik Sam’ani yang berada di Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong tak jauh dari cagar budaya Rumah Banjar Bubungan Tinggi.

IMG 20201212 WA0032

Sementara untuk tongkat sendiri bervariasi harganya, untuk tongkat komando sekitar 500 ribu rupiah, tongkat berjalan 800 ribu rupiah dan tongkat khutbah Jumat seharga 1 juta lebih.

“Yang cukup laris sendiri adalah tasbih, gelang dan cincin. Penjualan kita sudah sampai keluar daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Aceh, serta mencapai mancanegara seperti Taiwan, Malaysia dan Arab Saudi,” terangnya.

Sebelumnya Sam’ani mengaku hanya berjualan kerajinan ini di rumah, baru beberapa bulan belakangan ia membuka toko kerajinan Fuqaha ini.

Namun usaha ini sempat mendapatkan imbas akibat pandemi Covid-19 yang membuat usaha kerajinan ini sempat vakum.

“Baru setelah Hari Raya Haji kita mulai buka kembali. Jika disaat normal kita bisa menjual 3-5 karung setiap bulannya, akibat imbas pandemi ini sempat turun separuhnya,” jelasnya.

IMG 20201212 WA0029

Sementara itu salah satu pengrajin, M. Rosyid mengaku telah menggeluti profesi sebagai pengrajin kayu Fuqaha ini sejak 8 tahun yang lalu.

“Pertamanya kita belajar dengan ikut teman. Saat ini kita sudah membuat sendiri, kita sendiri fokus pada pembuatan bahan mentah menjadi tasbih dan gelang,” katanya.

Pembuatan kayu dari Buah Kaukah ini sendiri kata Rosyid tak bisa dikerjakan sendiri, tapi juga melibatkan pengrajin lain yang bekerja sesuai dengan keahliannya.

“Kalau kita membuat bahan mentahnya, untuk perakit dan lain-lain ada tugasnya sendiri. Saya sendiri mengerjakan 5 kg Buah Kaukah sendirian paling cepat dalam waktu seminggu. Jadi beda kampung, beda keahlian,” bebernya.

Untuk mengerjakan bahan baku ini lanjut Rosyid dimulai dengan memotong Buah Kaukah, kemudian di bor untuk membuat lubang dan kemudian digerinda hingga halus menjadi berbentuk bulat.

“Banyak prosesnya, saya sendiri ambil kerjaan kerajinan yang kecil-kecil. Yang paling sulit bagi kita adalah membuat gelang dengan nama sesuai pesanan,” ujarnya.

Sambal Mandai KU
Berduka H. Mansyur EffendyBerduka H. Mansyur EffendyBerduka H. Mansyur EffendyBerduka H. Mansyur Effendy

Trending Minggu Ini

Inisiatif Hibur Korban Banjir

Inisiatif menghibur korban banjir, khususnya anak-anak yang tengah merasa sedih dan jenuh, terlebih lagi trauma yang dirasakan, para pegawai Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

100 Relawan Sikologis Diterjunkan HIMPSI Kalsel Bagi Korban Banjir

Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan (HIMPSI Kalsel) membentuk Tim Relawan Pendampingan Psikososial (RPP) untuk membantu pendampingan psikososial bagi para korban banjir yang ada...

Kamu mungkin juga suka

Ratusan Ribu KK Korban Banjir Dicetak Disdukcapil Banjar

Pasca banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar beberapa hari lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar, melakukan pencetakan pengganti...

Susuri Sungai, Diskominfo Standi Banjar Salurkan Bantuan Banjir

Tim Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian (Diskominfo Standi) Kabupaten Banjar menyusuri bantaran sungai Martapura untuk mendistribusikan bantuan langsung terhadap korban banjir, Rabu (20/1/2021).Bantuan banjir...

Inisiatif Hibur Korban Banjir

Inisiatif menghibur korban banjir, khususnya anak-anak yang tengah merasa sedih dan jenuh, terlebih lagi trauma yang dirasakan, para pegawai Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan...

Jembatan Penghubung Desa Ini Tetap Digunakan Meski Rusak Parah

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Banjar menyebabkan sejumlah infrastruktur rusak parah diantaranya seperti jembatan, hal ini pun menarik perhatian Presiden Republik Indonesia (RI) Joko...