Beranda Habar Banjar Pasar Papan, Sentral Penjualan...

Pasar Papan, Sentral Penjualan dan Pengrajin Kayu Turun Temurun

Terbaru

Pasar Papan yang berada di Jalan Pasar Papan, Desa Antasan Senor Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Telah berdiri sejak tahun 1985, Pasar ini merupakan kawasan yang terkenal sebagai salah satu sentral penjualan kayu di Kabupaten Banjar. 

Di pasar ini juga terdapat sekitar 40 petak penjual kayu berbagai jenis, Pasar Papan yang awalnya berlokasi di Kampung Pesayangan, depan Masjid Agung Al-Karomah sebelum pindah ke lokasi sekarang, dimana pada tahun 1992 Pasar Papan ini sempat musnah akibat kebakaran besar.

Namun pasca kebakaran tersebut, Pasar Papan bangkit kembali dan penjualan kayu terus meningkat hingga akhirnya mulai menurun akibat meningkatnya pembangunan perumahan dengan bahan bangunan yang mayoritas bukan kayu lagi.

Salah satu pemilik usaha penjualan kayu, Faturrahman (50) saat ditemui pada Sabtu (12/12/2020) mengungkapkan penjualan kayu di Pasar Papan tetap berjalan.

IMG 20201212 WA0020
habarkalimantan

“Tapi memang ada sedikit penurunan penjualan selama 10 tahun belakangan, tak seramai dahulu karena adanya beragam bahan bangunan yang lain pengganti kayu,” ujarnya.

Penjualan kayu di Pasar Papan sendiri lanjutnya memang tak seramai dulu, apalagi sekarang penjualan kayu sudah dimana-mana, tak lagi terkonsentrasi di Pasar Papan seperti dahulu.

Faturrahman sendiri mengaku mulai menggeluti usaha ini sejak tahun 2008 melanjutkan usaha orang tuanya dan ada beberapa jenis kayu yang dijualnya.

“Di Tempat kita ada kayu meranti, keruing dan ulin. Selain menjual papan dan balok untuk bahan pembuatan rumah, kusen dan lemari, ada juga ukiran khas Banjar di tempat kita,” bebernya. 

Sementara itu Hairun (40), salah satu pemilik usaha penjualan kayu di Pasar Papan sejak 2006 melanjutkan usaha keluarga ini mengaku permintaan kayu masih cukup tinggi.

“Penjualan kayu memang menurun, tapi permintaannya masih tinggi terutama di daerah yang kondisi lahannya rawa, masih memerlukan tongkat dari balok kayu ulin. Misalnya di daerah Antasan,” katanya.

Hairun mengungkapkan ia hanya menjual papan dan balok kayu ulin yang didapatkan dari pabrik di Liang Anggang Banjarbaru untuk dijual secara eceran.

“Untuk papan kayu ulin dengan panjang 1,5 meter biasanya kita jual 33 ribu rupiah per keping. Sedangkan untuk balok kayu ulin 510 kita jual 55 ribu per balok,” ungkapnya.

Hairun menambahkan stok kayu ulin yang dijualnya sendiri cukup laku, sehingga hampir setiap bulan ia mendatangkan stok baru agar tidak kosong.

“Kita sendiri menjual paling jauh ke Mataraman, tapi mayoritas pembeli kita kebanyakan dari Pekauman, Pesayangan, Dalam Pagar dan Astambul yang mayoritas daerahnya rawa-rawa,” bebernya.

Namun Hairun mengungkapkan usaha penjualan kayu sempat terpukul pandemi Covid-19 yang membuat penjualan sempat lesu karena pembeli yang enggan datang langsung untuk membeli.

WhatsApp Image 2021 07 19 at 17.07.44

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

Pemerintah Gulirkan Subsidi Untuk Pekerja, Ini Syaratnya

REDAKSI8.COM - Pemerintah memastikan akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) di tahun 2021.Bantuan ini diharapkan dapat mencegah...

Mengolah Tanah Rawa Jadi Media Tanam

Usaha jual media tanam yang dilakukan warga Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini terbilang cukup unik.Hanya dengan mengolah campuran tanah rawa...

Kamu mungkin juga suka

Bupati Banjar Audiensi Dengan FAD Banjar

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Banjar didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banjar Hj Siti Hamidah...

Lapas Karang Intan Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, salurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang berada di sekitar Lapas Narkotika Karang Intan,...

Infodemik Tak Kalah Bahaya Dari Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memunculkan istilah Infodemi yang menggambarkan persebaran Hoax berkaitan dengan Pandemi Covid-19, Infodemi itu telah menjadi masalah baru bagi dunia...

Masyarakat Kabupaten Banjar 40 Persennya Belum Tercover BPJS Kesehatan

Bupati Banjar, Saidi Mansyur terima audiensi rombongan BPJS Kesehatan Kalimantan Selatan di Mahligai Sultan Adam Martapura pada Rabu (28/7/2021).Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Diauddin,...