Beranda Habar Banjar Rencana Kemendikbud Ini Hebohkan...

Rencana Kemendikbud Ini Hebohkan Dunia Sosial

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Wakil Menteri PUPR RI Disambut Di Banjarbaru

Wakil Menteri PUPR RI Disambut Di BanjarbaruPjs Walikota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, sambut Kedatangan Wakil Menteri PUPR RI, John Wempi Wetipo, Di...

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Deklarasi Damai Kota Banjarbaru

Pjs Walikota Banjarbaru bersama Kapolres dan Dandim 1006/Martapura mengikuti Deklarasi Damai Wilayah Kota Banjarbaru, Di Aula Gawi Sabarataan,Rabu (21/10/2020).

RPM Tampung Aspirasi Warga Rantau Bujur

Relawan Perempuan Manis (RPM) Bersama Hj. Gita Nur Tyas Kembali Silaturahmi dengan Warga Rantau Bujur, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Rabu (21/10/2020).

Kabar rencana penyederhanaan kurikulum Pendidikan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI membuat heboh dunia sosial.

Pasalnya, mata pelajaran sejarah menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah, bukan menjadi mata pelajaran wajib, bahkan ada kabar bahwa mata pelajaran ini dihapuskan.

Hal ini tentu saja mendapat berbagai respon dari masyarakat, terutama dari guru sejarah dan kalangan muda.

IMG 20200921 WA0024

Seperti Muhammad Nashir, Guru Sejarah MA Hidayatullah Martapura saat dihubungi via Whatsapp pada Sabtu (19/09/2020) menanggapi rencana tersebut jika sampai direalisasi.

“Kita menyayangkan jika memang rencana tersebut akan direalisasikan, karena kita tahu sejarah memiliki fungsi dan kegunaan edukatif untuk dipelajari makna dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Selain itu ada pula fungsi dan kegunaaan sebagai inspiratif, rekreatif, instruktif dan lain-lain. Maka kedudukan mata pelajaran sejarah khususnya sejarah indonesia hendaknya diperkuat dengan tetap menjadikan mata pelajaran wajib,” paparnya.

Namun, Nashir saat ini tidak dalam posisi mendukung dan bahkan tidak menolak rencana tersebut.

“Karena kita tentu paham bahwa ketika pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan tentunya pada pembahasan sebelumnya sudah melibatkan banyak ahli di bidangnya,” ujarnya.

Nashir menambahkan bahwa ia tidak bisa menampik pula terbukanya informasi di masa sekarang memudahkan siswa untuk mencari informasi mengenai sejarah secara mandiri tanpa harus belajar di sekolah.

“Tapi kita harus sadar pula siswa tentunya nanti akan kesulitan memahami informasi yang ada. Maka dari itu, di sini pentingnya guru sejarah sebagai fasilitator,” ucap salah satu tokoh muda di Kabupaten Banjar ini.

IMG 20200921 WA0025

Demikian pula Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), M. Rasyad mengungkapkan jika ada rencana pelajaran sejarah tidak diwajibkan, hal tersebut adalah tindakan keliru.

“Jika benar mata pelajaran sejarah tidak lagi diwajibkan, itu adalah hal yang keliru. Karena kita ketahui sejarah sangat penting agar kita tahu sejarah negeri kita dan bisa mengenang pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan,” katanya.

Rasyad menambahkan selama ini mata pelajaran sejarah diwajibkan bagi seluruh siswa di Indonesia, tidak hanya bagi peminatan ilmu pengetahuan sosial saja karena posisinya sangat penting.

“Maka dari itu saya tidak setuju mata pelajaran sejarah tidak diwajibkan. Karena apa yang diwajibkan saja banyak yang kita lupa apalagi tidak diwajibkan. Bisa-bisa generasi mendatang bisa melupakan sejarah,” terangnya.

IMG 20200921 WA0026

Sementara itu menurut tokoh muda Kabupaten Banjar, Mahrani Ahmad mengatakan pelajaran sejarah sangatlah penting, terlebih sejarah mengenai berdirinya bangsa ini.

“Selama ini pelajaran sejarah sangat penting, terlebih sejarah mengenai berdirinya bangsa ini dan menjadi mata pelajaran wajib bagi para siswa tingkat menengah maupun tingkat atas. Pengetahuan sejarah merupakan pelajaran dari sebuah perjuangan panjang yang memberikan banyak pelajaran bagi para penerus (generasi) bangsa ini,” bebernya.

Karena itu menurut Mahrani Ahmad, pengetahuan sejarah sebagai mata pelajaran wajib sangat perlu untuk tetap dipertahankan sehingga dapat terus dipelajari oleh generasi muda bangsa ini.

IMG 20200921 WA0027

Rencana tersebut juga mendapatkan tanggapan dari Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Awal Ginanjar.

Awal Ginanjar mengatakan pihaknya sangat menolak jika rencana agar pelajaran sejarah tak diwajibkan tersebut direalisasikan.

“Saya sangat menolak kalau mata pelajaran sejarah tidak diwajibkan. Karena sejarah memperkuat nasionalisme seseorang, Walau mungkin persentasenya kecil, tapi melihat kondisi saat ini dimana terjadi krisis kebangsaan, mata pelajaran sejarah harus diprioritaskan,” harapnya.

Setelah menjadi polemik selama beberapa hari, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makariem pada Minggu (20/09/2020) angkat bicara mengenai hal ini melalui akun Instagram resmi Kemendikbud RI.

IMG 20200921 WA0028

Nadiem Makariem menyatakan dirinya terkejut atas informasi yang menyebutkan pihaknya berencana akan menghapuskan mata pelajaran sejarah.

“Kami tak ada sama sekali punya kebijakan untuk menghapuskan mata pelajaran sejarah. Isu ini berkembang setelah presentasi internal kami keluar, dimana hal itu menjadi salah satu permutasi dari puluhan versi yang berbeda dan masih melalui uji publik untuk diperdebatkan, jadi belum tentu final. Penyederhanaan kurikulum ini juga tak akan dilaksanakan pada 2021 ini,” bebernya.

Pendiri salah satu bisnis Startup Digital besar di Indonesia ini juga mengklarifikasi mengenai komitmennya mengenai pendidikan sejarah di Indonesia yang sempat dipertanyakan.

“Sebenarnya kami ingin agar pendidikan sejarah menjadi relevan dan menarik. Kakek saya sendiri adalah tokoh kemerdekaan, sementara ayah dan ibu saya aktivis sosial pembela hak asasi masyarakat. Saya tak tahu bagaimana anak-anak saya ke depan darimana mereka datang,” jelasnya.

Nadiem Makariem menambahkan pihaknya ingin membuat mata pelajaran sejarah menjadi lebih relevan dan menarik bagi generasi muda dengan penggunaan media.

“Kita ingin mata pelajaran itu bisa menginspirasi karena sejarah adalah tulang punggung sejarah sebagai identitas nasional yang tak mungkin dihilangkan,” ucapnya.

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Covid-19 Di Banjarbaru Melandai, Tetap Tekankan Protokol Kesehatan

Pemaparan info terbaru Covid-19 oleh Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarbaru, Rizana Mirza, digelar di Ruang Tamu Utama Walikota Banjabaru, Selasa (29/09/2020).

Menjenguk Tokoh Kharismatik Kertak Hanyar, H Saidi Mansyur Dapat Petuah.

H Saidi Mansyur merupakan salah satu pemimpin yang sangat cinta kepada para ulama dan habaib, hal tersebut ditunjukan dengan seringnya ia melakukan...

Peternakan Babi Di Guntung Manggis Segera Direlokasi

Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru terus mendesak pemilik peternakan babi agar merelokasikan kandang ternaknya yang berdekatan dengan...

Kamu mungkin juga suka

Air Mancur Taman CBS Dioperasikan Kembali

Air mancur Barokah di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) setelah kurang lebih enam bulan tidak dioperasikan karena pandemi Covid-19, kini dibuka kembali.

PAD Meningkat, Bapenda Kabupaten Banjar Raih Penghargaan Nasional

Dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai terobosan-terobosan yang dilakukan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banjar raih penghargaan Inspiring Professional...

Ketua TP PKK Banjar Serahkan Alat Cuci Tangan Portabel Ke Pesantren...

Alat cuci tangan portable sebanyak 25 Unit yang merupakan hasil olahan dari Program Bimbingan Teknik (Bimtek) Kementerian Perindustrian RI kepada beberapa Industri...

Ketua TP PKK Banjar Sambut Baik Pelatihan Sasirangan PC NU

Ditengah pandemi Covid-29 yang menyebabkan melemahnya sektor perekonomian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas terkait di lingkup Pemkab Banjar terus mendorong upaya...