BerandaHabar BanjarWaspada DBD, Ratusan Penderita...

Waspada DBD, Ratusan Penderita Setiap Tahun

Terbaru

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi teror bagi masyarakat ketika memasuki musim penghujan. Tidak terkecuali di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, dimana setiap tahunnya ratusan orang terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, saat menggelar Konferensi Pers pada Rabu (29/01/2020). Penderita DBD pada tahun 2017 ada sebanyak 101 orang, angkat tersebut terjadi peningkatan pada tahun selanjutnya (2018) yaitu sebanyak 305 orang penderita. 

Untuk tahun 2019 tadi, meski angka penderita DBD di Kabupaten Banjar sempat melonjak di 2018 sebelumnya, namun Dinkes Kabupaten Banjar tetap gencar mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), sehingga penderita DBD hanya terdeteksi sebanyak 231 orang dengan jumlah korban meninggal dunia 3 orang.

Sekretaris Dinkes Banjar Gt. Kholdani didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Drg. Rahimayanti dalam Konferensi Pers itu mengatakan bahwa dalam beberapa tahun ini jumlah penderita DBD di Kabupaten Banjar totalnya 3 kali lipat dibandingkan setiap tahunnya.

PicsArt 01 31 02.29.29

“Terjadi siklus 5 tahunan kasus DBD di Kabupaten Banjar, yakni penderita mencapai total hingga 600 orang, jumlahnya 3 kali lipat dibandingkan penderita DBD setiap tahunnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk awal tahun 2020 ini sudah ada 21 orang penderita DBD di Kabupaten Banjar, kebanyakan penderita DBD masih sama dengan tahun sebelumnya yakni, didominasi penduduk di Kecamatan Martapura.

PicsArt 01 31 02.31.14 1

“Namun kalau dilihat dari jumlah penderita DBD pada Januari 2019 lalu yang ada 108 orang, awal tahun ini jauh lebih sedikit,” ucapnya.

Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit DBD tersebut, Drg. Rahimayanti juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam hal ini sangat penting, yakni menjaga kebersihan lingkungan. Untuk itu pihaknya pun tak akan ada hentinya menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat demi menurunkan angka kasus DBD yang terjadi di wilayah Kabupaten Banjar.

“Fogging bukanlah solusi terbaik untuk memberantas sarang nyamuk Aedes Aegypti dan menekan jumlah penderita DBD, solusi terbaik adalah Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik serta menerapkan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang Barang Bekas, Memakai Lotion Nyamuk) dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)” jelas Drg. Rahimayanti.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka