Beranda Habar Banjar WHO Perluas Definisi Korban...

WHO Perluas Definisi Korban Covid-19, Diauddin : Kami Sudah Terapkan Sejak Awal

Terbaru

Usaha Pembuatan Masker Hidupkan Pelaku UMKM

Sejak pandemi Covid-19 mewabah, tak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) terpaksa beralih usaha untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonominya.

Aksi Sosial Pecinta Alam Untuk Korban Kebakaran Kotabaru

Puluhan Pecinta Alam yang ada di kota Banjarbaru dan Martapura menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk korban kebakaran, di Kabupaten Kotabaru Provinsi...

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Warga Guntung Manggis Ini Siap Menangkan Haji Martinus – Jaya

Memiliki track record (pengalaman) yang baik menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) Walikota Banjarbaru pada tahun 2005 silam, Haji Martinus calon Walikota Banjarbaru...

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperluas definisi korban meninggal karena Pandemi Covid-19, bukan hanya mereka yang dinyatakan positif setelah keluar hasil swab, tapi juga mereka yang meninggal dan sebelumnya memiliki gejala Covid-19 walaupun tanpa adanya hasil swab.

Hal tersebut diungkapkan WHO ke publik beberapa waktu yang lalu tentang pengumuman baru mengenai definisi korban yang meninggal karena Pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, sekaligus Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kab.Banjar, dr. Diauddin kepada awak media pada Rabu (6/5/2020) mengatakan pihaknya sejak awal sudah melaksanakan hal yang sama.

“WHO telah menyampaikan bahwa pasien terduga Covid-19 yang meninggal walaupun belum sempat di swab, tetap dinyatakan meninggal karena Covid-19. Kita melakukan hal yang sama, tapi pencatatan untuk mereka yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan hasil swab belum keluar kita pisahkan dari yang positif,” ujarnya.

Pencatatan terpisah tersebut dilakukan untuk keperluan tracking pada kontak PDP yang meninggal.

“Tercatat hingga saat ini ada 6 orang yang meninggal dengan status PDP dan hanya 1 orang yang dinyatakan positif. Di awal memang ada keterbatasan kita sehingga tak sempat dilakukan tes swab, karena banyak pasien yang kemudian dinyatakan PDP dan masuk hanya beberapa jam lalu meninggal. Karena itu penguburan mereka tetap dilaksanakan berdasarkan protokol Covid-19,” ungkapnya.

Diauddin menyebut di DKI Jakarta saja sudah memakamkan kurang lebih 2000 orang dengan prosedur Covid-19, walaupun hanya sekitar 300 orang saja yang terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium.

“Dengan adanya definisi baru dari WHO ini cukup menenangkan bagi kita, karena beberapa kali keluarga korban meninggal terduga Covid-19 mau menuntut kita karena memakamkan korban dengan protokol yang berlaku tapi hasil laboratorium belum keluar atau tidak ada. Definisi dari WHO itu yang akan menjadi alasan kita nanti bahwa secara internasional memang seperti itulah prosedur yang berlaku,” terangnya.

Dengan begitu permasalahan ke depan seperti kenapa jenazah korban meninggal terdampak pandemi Covid-19 tak dimandikan dan sebagainya bisa selesai dan tidak diperpanjang dengan adanya perluasan definisi dari WHO ini.

IMG 20201027 WA0012
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Paslon ‘Bangkit’ Mawarung Bersama Warga Murung Raya

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor,menyempatkan diri 'Mawarung' di salah satu warung milik warga...

Kamu mungkin juga suka

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Pemkab Banjar Kaji Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Banjar lakukan pengkajian proses belajar mengajar secara tatap muka disejumlah kecamatan yang termasuk zona hijau, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah...

Direktur Umum PDAM Dilantik, Bupati Banjar Harap Kinerja Lebih Bagus

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar.Pengambilan...