Beranda Habar Prov Pengembangan Tanaman Kopi Untuk...

Pengembangan Tanaman Kopi Untuk Komoditas Ekspor

Terbaru

Usaha Pembuatan Masker Hidupkan Pelaku UMKM

Sejak pandemi Covid-19 mewabah, tak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) terpaksa beralih usaha untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonominya.

Aksi Sosial Pecinta Alam Untuk Korban Kebakaran Kotabaru

Puluhan Pecinta Alam yang ada di kota Banjarbaru dan Martapura menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk korban kebakaran, di Kabupaten Kotabaru Provinsi...

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Warga Guntung Manggis Ini Siap Menangkan Haji Martinus – Jaya

Memiliki track record (pengalaman) yang baik menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) Walikota Banjarbaru pada tahun 2005 silam, Haji Martinus calon Walikota Banjarbaru...

Melalui gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) yang merupakan program dari Kementerian Pertanian agar produk lokal atau nasional berdaya saing dunia, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan, tengah mengembangkan kopi sebagai salah satu komoditas ekspor.

Menurut Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, Kamis (15/10/2020),di Kalimantan Selatan saat ini ada seluas 3.035 hektar perkebunan kopi dengan 2.394 diantaranya sudah merupakan tanaman yang menghasilkan.

“Kita berusaha mengangkat kopi sebagai komoditas perkebunan agar tidak hanya memenuhi Kalsel tetapi juga nasional, bahkan sebagai produk ekspor,” ucapnya.

Suparmi juga mengatakan, pengembangan kopi setiap tahunnya dilakukan dengan memanfaatkan penanaman di sela-sela perkebunan karet dengan sistem tumpang sari ganda.

“Ada dua jenis kopi yakni jenis Robusta dan Liberika, yang dikembangkan di delapan daerah yakni kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjar,” ungkapnya.

Untuk bibit kopi Robusta sendiri, Suparmi menambahkan, secara gratis diberikan ke Petani sejak tahun 2016 bersama alat pengolahan kopinya.

“Dengan diberikannya alat pengolahan kopi secara cuma-cuma, diharapkan para petani kopi mampu bekerja sama meningkatkan produksi kopi di Kalimantan Selatan ini,”pungkasnya.

IMG 20201027 WA0012
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Paslon ‘Bangkit’ Mawarung Bersama Warga Murung Raya

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor,menyempatkan diri 'Mawarung' di salah satu warung milik warga...

Kamu mungkin juga suka

Lahan Pembangunan Jalan Nasional Lingkar Sungai Ulin – Mataraman, Kewenangan Pemprov...

Proyek Pembangunan Jalan Nasional Lingkar Sungai Ulin - Mataraman, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar...

Daerah Yang Sulit Terjangkau Logistik Akan Disasar Helikopter Chinook

Helikopter Chinook untuk memberikan bantuan kegiatan kemanusiaan di Kalimantan Selatan, akhirnya mendarat di bandara Syamsudin Noor, Senin (12/10/2020).Agenda...

Pemulihan Ekonomi Nasional, Prioritas Pemerintah Menuju 2021

Pada Rapat Paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kalsel Tahun Anggaran 2021, Kamis (8/10/2020) Plt.Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, menyampaikan Pemulihan...

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.