Pro dan Kontra Vaksin Sinovac, Kadinkes Banjar : Virus Ganas Itu Akan Dilemahkan

Terbaru

Ditengah keberlangsungan penanggulangan Covid-19 melalui Program Pemerintah Pusat yakni Vaksinasi di daerah Kabupaten Banjar muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat dengan adanya vaksin Sinovac ini. 

Bahkan, ada juga segelintir masyarakat yang meragukan keefektifan dan apa manfaatnya di vaksin Sinovac. Beberapa masyarakat pun bahkan menolak untuk di vaksin.

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar dr Diauddin menjelaskan, fungsi vaksin sebenarnya untuk membentuk antibodi spesifik terhadap virus corona.

GTTP

“Kalau sudah di vaksin dua kali dan kekebalan tubuh terbentuk. Insya Allah, walaupun virus corona menjangkit ke tubuh kita tidak akan parah dan efeknya juga sebentar saja,” jelasnya kepada Poros Kalimantan, Rabu (3/3/2021).

Andai kata virus sudah merajalela di tubuh kita, papar Dokter Dia lebih jauh, akan tetapi sebelumnya kita sudah suntik vaksin Sinovac. “Otomatis virus ganas itu akan dilemahkan dengan adanya vaksin Sinovac dalam tubuh kita,” paparnya.

Kalau secara teoritis, menurutnya vaksin ini fungsinya untuk memancing atau merangsang antibodi kita agar bisa mengenali virus tersebut. 

“Secara biologis pun dinyatakan tidak berbahaya,” ungkapnya.

Menjadi dilema saat ini, apabila masyarakat tidak mau di vaksin. Alasannya, kita tidak bisa menebak apabila terkena Covid-19 apakah akan tanpa gejala, ringan, sedang atau berat. Selain itu, untuk mencapai kekebalan imunitas perlu 70 sampai 80 persen masyarakat yg di vaksin.

“Kalau ada yang tidak mau di vaksin, berarti sama saja dengan kita ingin Covid-19 ini terus berlangsung,” singgung pria yang akrab disapa Dokter Dia.

Untuk syarat usia yang boleh di vaksin Sinovac ini, tambahnya, dari umur 18 tahun keatas.

“Untuk lansia juga boleh divaksin. Akan tetapi, usia dibawah 18 tahun kita tunggu rekomendasi terbaru dari lembaga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka