Ke 3 Danau Bekas Tambang Intan Dibanjarbaru Bakal Jadi Embung

Terbaru

Berkaca dari musibah banjir pada 14 Januari 2021 lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru berencana memanfaatkan 3 kolam bekas galian PT Galuh Cempaka guna mitigasi banjir yang sempat melanda Kota Banjarbaru.

Berinisiatif memanfaatkan bekas galian tambang di Wilayah Kontrak Karya PT. Galuh Cempaka, Pemerintah Kota Banjarbaru berencana memanfaatkan bekas lahan galian yang sekarang berbentuk danau tersebut menjadi embung-embung.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Subrianto saat dijumpai di ruang kerjanya pada Selasa (06/07/2021) Siang.

P10706 145014 1140x845 1

“Ada tiga disana, Danau Seran, Danau Cermin dan Danau Galuh Cempaka,” ujarnya.

Sejauh ini dari keterangannya, progres pembangunannya telah masuk pada tahap pembentukan tim yang terdiri dari beberapa SKPD. Sementara itu pihaknya (PUPR) ditunjuk oleh Walikota Banjarbarul menjadi Leading Sector.

Subrianto juga menjelaskan bahwa inisiatif tersebut muncul dari Walikota Banjarbaru,  dimana ke 3 lokasi bekas galian PT. Galuh Cempaka tersebut dapat dimanfaatkan menjadi embung-embung resapan air.

“Atas inisiatif Pak Walikota, kita akan memanfaatkan bekas galian PT. Galuh Cempaka, namun saat ini masih dalam tahap penyusunan Master Plan,” tuturnya.

IMG 20210409 15452202

Lebih jauh Subrianto menjelaskan, aliran-aliran sungai di Banjarbaru akan diteruskan masuk ke ketiga lokasi embung tersebut. Dengan menerapkan sistem buka tutup pintu air masuk dan keluar, bak bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar, guna mencegah terjadinya over kapasitas air yang ada dalam embung-embung itu.

Sehingga, seandainya air di Sungai Banyu Irang cukup tinggi akibat hujan deras, air di dalam danau-danau itu ditahan sementara waktu, sampai air di Banyu Irang perlahan menyurut.

“Tidak akan kita buka kalau air di Banyu Irang masih tinggi. Itulah fungsinya ada buka tutup pintu air,” terangnya.

Ketiga danau itu katanya, tidak saling berkaitan, masing-masing menampung air yang datang dari lokasi berbeda.

Danau Seran menampung air yang datang dari wilayah Loktabat Selatan melalui aliran Sungai Rancah dan Sungai Sambangan. Kemudian, air yang masuk tadi dikeluarkan menuju saluran daya sakti.

Danau Cermin menjadi penampungan sementara aliran dari saluran daya sakti itu sendiri, yang ujung-ujungnya dikeluarkan menuju saluran daya sakti lagi, tergantung situasi tinggi air.

“Tapi kita tidak menangani sungai-sungai yang menjadi wewenangnya balai, kita hanya menangani sungai yang masuk dalam wilayah Kota Banjarbaru,” sambungnya.

S10706 17530334 750x343 1

Sementara wilayah yang kerap menjadi lokasi terdampak banjir yakni di Kelurahan Cempaka, aliran-aliran sungai diantaranya Sungai Kuranji, Basung, Pumpung, Ujung Murung, Sungai Dadap Handil Bamban akan diteruskan menuju masuk ke Danau Galuh Cempaka yang terletak di Kelurahan Palam.

Setelah itu dari sana pintu pembuangan di Danau Galuh Cempaka dibuka untuk dialirkan juga ke saluran daya sakti yang terletak di Guntung Manggis, sampai ke sungai banyu hirang hingga ke sungai maluka.

“InsyaAllah tahun 2022 baru kita susun detail engineering design (DED). Yang jelas bangunannya ada pintu air masuk dan pintu air keluar,” paparnya.

Luasan masing-masing danau menurut versi hasil pengukuran Dinas PUPR, antara lain 11,8 hektar untuk luas danau seran. Selanjutnya danau cermin memiliki luas 25,37 hektar dan Danau Galuh Cempaka luasnya mencapai 33,72 hektar.

“Dari pada kita membangun dan membeli lahan untuk membuat embung, alangkah lebih bagus danau-danau di wilayah kontrak karya itu kita manfaatkan,” tandasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka