Beranda Habar Banjar Dulunya Jalur Perdagangan, Kini...

Dulunya Jalur Perdagangan, Kini Kali Mati Sempit dan Berbau

Terbaru

Usaha Pembuatan Masker Hidupkan Pelaku UMKM

Sejak pandemi Covid-19 mewabah, tak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) terpaksa beralih usaha untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonominya.

Aksi Sosial Pecinta Alam Untuk Korban Kebakaran Kotabaru

Puluhan Pecinta Alam yang ada di kota Banjarbaru dan Martapura menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk korban kebakaran, di Kabupaten Kotabaru Provinsi...

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Warga Guntung Manggis Ini Siap Menangkan Haji Martinus – Jaya

Memiliki track record (pengalaman) yang baik menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) Walikota Banjarbaru pada tahun 2005 silam, Haji Martinus calon Walikota Banjarbaru...

Kali Mati yang berada di Desa Murung Kenanga, Kota Martapura kini selain menjadi sempit, aliran air pun tidak mengalir lagi.

Kali Mati salah satu anak sungai Martapura ini pada masanya menjadi jalur perdagangan masyarakat, namun kini kondisinya sangat memprihatinkan, terlebih kali mati juga jadi tempat pembuangan air kotor dan berbau.

Hal ini diungkapkan oleh Nor Cahaya (54) warga Asli Martapura pada Kamis (1/10/2020).

IMG 20201001 WA0042

Noor Cahaya menceritakan sekitar tahun 1970-1980an ketika dirinya masih remaja, di Kali Mati yang tepat berada di belakang Pasar Ikan Martapura ini dipenuhi oleh puluhan jukung (perahu) dan kelotok (perahu bermesin) yang lalu Lalang,

“Bahkan masyarakat masih menggunakan kalimati ini untuk berbagai keperluan seperti mandi, cuci dan kakus. Setelah saya menikah dan merantau ke luar daerah, saya kurang mengetahui lagi kondisinya,” katanya.

Setelah kembali bermukim ke Martapura pada tahun 2000-an, Noor Cahaya mengungkapkan kondisi kali mati tersebut sudah mulai menyempit akibat bertambahnya pemukiman di sepanjang aliran kali mati tersebut.

Noor Cahaya berharap agar pemerintah bisa melakukan normalisasi kali mati tersebut sehingga seperti dahulu sebelum terjadi penyempitan.

“Jika bisa dibuat sama seperti dahulu, jadi bisa kelotok lewat dan bisa jadi wisata baru. Kami juga tenang melihat kalau kondisi kali mati itu sama seperti dahulu lagi,” ucapnya.

Kali mati tersebut juga memiliki sejarah dalam Kesultanan Banjar tempo dulu, karena digambarkan cukup jelas dalam peta zaman Belanda dibuat oleh Solomon Muller pada tahun 1845 berjudul “Banjermasing, Martapoera en een gedeelte der Lawutlanden.”

Pada peta tersebut pun digambarkan lokasi Keraton Bumi Kencana yang disebut dengan “Dalam van den Sultan” ini tak jauh dari Sungai Martapura, yang kini menjadi aliran Kali Mati.

Dosen PSP Sejarah FKIP ULM Banjarmasin, Mansyur beberapa waktu yang lalu mengungkapkan ada indikasi bahwa letak Keraton Bumi Selamat tak jauh dari Sungai Martapura, karena dalam lukisan H.M. van Dorp tahun 1861 berjudul “Martapoera, de Keraton en de Tamboer” dalam buku “Schetsen Uit Banjarmasin: Uitgegeven tot een Liefdadig doel/door den Boekhandelaar H.M. van Dorp,” keraton di Martapura digambarkan dari wilayah seberang sungai.

IMG 20201001 WA0050

“Dalam lukisan tersebut keraton Bumi Selamat digambarkan dari wilayah seberang sungai. Karena itu perlu ada riset lebih lanjut untuk menentukan lokasi pastinya,” sebutnya.

IMG 20201001 WA0049

Namun Mansyur memastikan bahwa jika lokasi Keraton Bumi Selamat tersebut berada di tepi sungai, maka sungai Martapura yang dimaksud adalah Kalimati yang terletak di Desa Murung Kenanga.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar, Ade Rozali mengatakan pihaknya juga memiliki keinginan yang sama untuk melakukan normalisasi kali mati tersebut.

IMG 20201001 WA0045

“Tapi kondisi saat ini kami masih terkendala dengan pendanaan, terutama akibat pandemi ini. Pemerintah Daerah memang memandang perlu adanya normalisasi kali mati tersebut,” terangnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banjar juga sudah melakukan pembersihan kali mati yang dulunya sudah dipenuhi sampah dan tanaman eceng gondok.

IMG 20201027 WA0012
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Laporan Pelanggaran Darmawan Jaya Dihentikan

Sentra Penegakan Hukum terpadu (Sentra Gakkumdu) Kota Banjarbaru dalam press release,Selasa (27/10/2020) menyampaikan dugaan pelanggaran Calon Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan...

Kamu mungkin juga suka

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Pemkab Banjar Kaji Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Banjar lakukan pengkajian proses belajar mengajar secara tatap muka disejumlah kecamatan yang termasuk zona hijau, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah...

Direktur Umum PDAM Dilantik, Bupati Banjar Harap Kinerja Lebih Bagus

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar.Pengambilan...