Beranda Habar Utama Kemenag Resmi Batalkan Keberangkatan...

Kemenag Resmi Batalkan Keberangkatan Haji Tahun 1441 H/2020

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Menjadikan Kabupaten Banjar Yang ‘Manis’

Relawan Perempuan Manis (RPM) bersama Hj Nur Gita Tiyas Saidi Mansyur, terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Banjar. Kali...

Galuh Borneo Dukung “Manis”

Cuaca tidak menentu dalam beberapa hari terakhir, tak menyurutkan semangat Relawan Perempuan Manis (RPM) untuk menghadiri Silturahmi dengan masyarakat yang ada di...

Warga Banjarbaru Membludak Serahkan Formulir BLT UMKM

Penyerahan formulir untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai(BLT) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Obyek Wisata Bukit Arta Butuh Sentuhan Yang Lebih Maksimal

Bukit Arta yang berada di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, kini menjadi salah satu obyek wisata bagi mereka yang senang mendaki. Namun, keindahan...

Keberangkatan Jemaah  Haji 1441 H/2020 dipastikan batal, hal tersebut terungkap melalui vidcon Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (02/5/2020).

Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) yang belum usai.

“Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020M,” tegas Menag dalam kesempatan vidcon dengan awak media di Jakarta.

“Sesuai amanat Undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanan jamaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi,” sambungnya. 

Menag menegaskan bahwa keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah. Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan.

Kemenag telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa-masa lalu. Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan di mana puluhan ribu jamaah haji menjadi korban. Tahun 1814 misalnya, saat terjadi wabah Tha’un, tahun 1837 dan 1858 terjadi wabah epidemi, 1892 wabah kolera, 1987 wabah meningitis. Pada 1947, Menag Fathurrahman Kafrawi mengeluarkan Maklumat Kemenag No 4/1947 tentang Penghentian Ibadah Haji di Masa Perang.

Selain soal keselamatan, kebijakan diambil karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H/2020M. Akibatnya, Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Padahal persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman.

“Waktu terus berjalan dan semakin mepet. Rencana awal kita, keberangkatan kloter pertama pada 26 Juni. Artinya, untuk persiapan terkait visa, penerbangan, dan layanan di Saudi tinggal beberapa hari lagi. Belum ditambah keharusan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan saat kedatangan. Padahal, akses layanan dari Saudi hingga saat ini belum ada kejelasan kapan mulai dibuka,” tuturnya.

“Jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah. Meski dipaksakan pun tidak mungkin karena Arab Saudi tak kunjung membuka akses,” katanya lagi.

Pembatalan keberangkatan Jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI). Maksudnya, pembatalan itu tidak hanya untuk jemaah yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler maupun khusus, tapi termasuk juga jemaah yang akan menggunakan visa haji mujamalah atau furada.

“Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji dari Indonesia bagi seluruh WNI,” ujar Menag.

Seiring keluarnya kebijakan pembatalan keberangkatan Jemaah ini, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bpih) tahun ini akan menjadi jamaah haji 1442 H/2021M. Setoran pelunasan Bpih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 

“Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442 H/2021M,” jelasnya.

“Setoran pelunasan Bpih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji,” sambungnya.

Bersamaan dengan terbitnya KMA ini, lanjut Kemenag, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan. “Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan,” urai Menag.

Hal sama berlaku bagi pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) pada penyelenggaraan haji tahun ini. Statusnya dinyatakan batal seiring terbitnya KMA ini. Bipih yang dibayarkan akan dikembalikan. KBIHU dapat mengusulkan nama pembimbing pada penyelenggaraan haji mendatang.

“Semua paspor Jemaah haji, petugas haji daerah, dan pembimbing dari unsur KBIHU pada penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020M akan dikembalikan kepada pemilik masing-masing,” ucapnya.

Menag menyampaikan simpati kepada seluruh jamaah haji yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga telah menyiapkan posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat.

“Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian Covid-19 ini segera usai,” pungkas Menag.

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Warga Desa Mangkauk Cinta Habaib

Masyarakat Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammmad Shollallahu Alaihi Wasallam, Senin (19/10/2020). Maulid Nabi yang...

Tukang Rehab SDN 3 Kemuning Ternyata Dipanggil Jaksa Sebagai Saksi???

Terkait kabar pemanggilan Kepala Tukang proyek rehab SDN 3 Kemuning oleh Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Kepala Sekolah Dalinah Noviranti, kembali memberikan keterangan.

Kebakaran Nyaris Telan Korban Jiwa

Kebakaran kembali terjadi di kota Banjarbaru, Senin (13/10/2020).Kali ini si Jago Merah melahap habis satu uni rumah tepatnya di Jalan Bina Murni,...

Jurnalis, Profesi Mulia Yang Tidak Mudah

Selain memberikan informasi, menjadi seorang Jurnalis dapat berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Profesi mulia sebagai Jurnalis...