Beranda DPRD BANJAR Konsumsi Dzat Adiktif, Minimal...

Konsumsi Dzat Adiktif, Minimal 3 Bulan Penjara dan Denda Maksimal 50 Juta

Terbaru

Rapat Pembahasan Perubahan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) No. 15 Tahun 2014 tentang minuman beralkohol, obat-obatan dan dzat adiktif lainnya, Antara Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjar dengan Eksekutif kembali digelar di ruang Komisi I DPRD Banjar, Rabu (16/12/2020).

Menurut keterangan Anggota Komisi I DPRD Banjar, Rahmat Saleh, dalam pembahasan Perubahan atas raperda No. 15 Tahun 2014 tentang minuman beralkohol, obat-obatan dan dzat adiktif lainnya kali ini ada beberapa perubahan  setelah dirapatkan kembali.

“Ada beberapa poin yang mengalami perubahan kembali yakni, Pasal 1 point 11 tentang bahan – bahan dan zat adiktif yang dilarang untuk dikonsumsi, yang terbaru seperti minuman Tuak. Dan Pasal 4 tentang peraturan sanksi – sanksi yang akan diberikan, seperti kurungan selama tiga bulan dan denda maksimal 50 juta,” jelasnya.

IMG20201216140011 compress72

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah khususnya terkait Raperda Minuman Beralkohol dan Zat Adiktif lainnya .

habarkalimantan

Selain itu, Rahmat Saleh juga menegaskan langkah ini merupakan upaya untuk menindak tegas penyalahgunaan Minuman Beralkohol, obat-obatan dan dzat adiktif lainnya.

“Mirisnya, cukup banyak masyarakat Kabupaten Banjar yang mengonsumsi dzat berbahaya seperti lem fox, obat-obatan seperti Zenith, untuk itu hal ini perlu guna menindak tegas pelaku-pelaku tersebut,” tambah Pria yang juga terpilih menjadi Ketua KNPI Banjar ini.

IMG20201216133002 compress69

Menanggapi terkait maraknya Konsumsi Minuman Beralkohol serta Penyalahgunaan obat-obatan dan dzat adiktif dimasyarakat kini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr Diauddin mengingatkan akan bahaya dan dampak dari penggunaan barang terlarang tersebut, menurutnya dampak dari konsumsi obat dan dzat lainnya tersebut menimbulkan efek yang fatal.

“Contohnya Dzat adiktif seperti lem fox dan obat Zebith sangat berbahaya karena menyebabkan ketergantungan, merusak saluran pernafasan dan mental yang menyebabkan perubahan prilaku, sama halnya seperti alkohol namun apabila alkohol menyebabkan kerusakan organ lambung dan hati, untuk itu penting mengingat resikonya sebelum berniat mengkonsumsinya,” paparnya.

Diketahui, Hingga saat ini Raperda No. 15 Tahun 2014 tentang minuman beralkohol, obat-obatan dan dzat adiktif lainnya terus dilakukan penyempurnaan.

WhatsApp Image 2021 07 19 at 17.07.44

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan Tanjung Selayar...

Pemerintah Gulirkan Subsidi Untuk Pekerja, Ini Syaratnya

REDAKSI8.COM - Pemerintah memastikan akan mengeluarkan kebijakan pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh (BSU) di tahun 2021.Bantuan ini diharapkan dapat mencegah...

Mengolah Tanah Rawa Jadi Media Tanam

Usaha jual media tanam yang dilakukan warga Desa Gudang Tengah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini terbilang cukup unik.Hanya dengan mengolah campuran tanah rawa...

Kamu mungkin juga suka

Bupati Banjar Audiensi Dengan FAD Banjar

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Banjar didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banjar Hj Siti Hamidah...

Lapas Karang Intan Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, salurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang berada di sekitar Lapas Narkotika Karang Intan,...

Pemakai Narkoba, Rehab Sekarang atau di Tangkap!!!

Balangan - Insan media di minta turut berpartisipasi dalam Program Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar), untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Narkotika.Badan Narkotika...

Infodemik Tak Kalah Bahaya Dari Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memunculkan istilah Infodemi yang menggambarkan persebaran Hoax berkaitan dengan Pandemi Covid-19, Infodemi itu telah menjadi masalah baru bagi dunia...