BerandaHukum & KriminalHadang Pemakaman Dan Bakar...

Hadang Pemakaman Dan Bakar Peti Mati, Pria Ini Pun Coba Bacok Polisi

Terbaru

Insiden maut nyaris terjadi di Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Sabtu (24/7/2021).

Itu setelah seorang pria berinsial HP alias APH, 56 tahun, tiba-tiba menghadang proses pemakaman warga dengan membawa senjata tajam sejenis parang di Kompleks Pemakaman Tionghoa Marga Kwee, Jalan Raya Desa Wajok Hulu, pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Sebelumnya, di tempat yang sama, dia juga telah membakar dua peti mati hingga hangus.

Celakanya, saat polisi datang dengan baik-baik untuk mengamankan, tersangka HP alias APH, coba menyerang polisi dengan cara membacokkan parangnya ke arah leher personel Polsek Siantan, Polres Mempawah.

Buah dari perbuatannya, tersangka HP alias APH yang telah menghebohkan warga Wajok Hulu itu akhirnya dibekuk petugas.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, tersangka berinisial HP alias APH telah kita bekuk dan kini penahanan yang bersangkutan telah kita limpahkan ke Mapolres Mempawah,” kata Rahmad Kartono.

Ia menjelaskan, peristiwa penangkapan terhadap HP alias APH berawal dari laporan Ketua Yayasan Pemakaman Tionghoa Marga Kwee Desa Wajok Hulu, Kardi Kahim, terkait adanya tindakan pelaku menghalang-halangi upaya pemakaman warga Tionghoa.

“Tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ia menghentikan prosesi pemakaman, dengan membawa senjata tajam jenis parang. Pengurus yayasan dan warga yang khawatir, melapor ke kami (Polsek Siantan),” ungkap Rahmad Kartono.

Sebelumnya, pada Jumat, 16 Juli 2021, dan Senin, 19 Juli 2021, pelaku HP atau APH ini telah melakukan pembakaran dua peti mati di Kompleks Pemakaman Marga Kwee.

“Ia menggali tanah kuburan, kemudian membakar peti mati/konsoi hingga mayat di dalam peti mati itu terlihat,” jelas Kapolsek.

Nah, begitu mendapat laporan adanya upaya menghalangi pemakaman seraya membawa senjata tajam, Tim Reskrim Polsek Siantan pun bergerak ke TKP.

Hanya saja, tersangka HP atau APH ini tidak kooperatif saat hendak diamankan. Ia justru coba menyerang polisi dengan senjata tajam.

“Jika tidak mengelak, mungkin kepala personel kami putus ditebas parang. Karena itu, tersangka HP alias APH ini langsung kami bekuk,” tegas Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, kasus yang jarang terjadi ini masih dalam penyelidikan Tim Reskrim Polsek Siantan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka