Beranda Kesehatan 5 dari 76 Perawat...

5 dari 76 Perawat Dirumahkan Lantaran Menunjukan Gejala Mirip Covid-19

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Laporan Pelanggaran Darmawan Jaya Dihentikan

Sentra Penegakan Hukum terpadu (Sentra Gakkumdu) Kota Banjarbaru dalam press release,Selasa (27/10/2020) menyampaikan dugaan pelanggaran Calon Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan...

Direktur Umum PDAM Dilantik, Bupati Banjar Harap Kinerja Lebih Bagus

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar. Pengambilan...

Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Usaha Kuliner Banjarbaru

Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Pelaku Usaha Kuliner se-Kota Banjarbaru, dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi UKM dan Naker Kota Banjarbaru, Selasa (27/10/2020).

Menjadikan Kabupaten Banjar Yang ‘Manis’

Relawan Perempuan Manis (RPM) bersama Hj Nur Gita Tiyas Saidi Mansyur, terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Banjar. Kali...

Galuh Borneo Dukung “Manis”

Cuaca tidak menentu dalam beberapa hari terakhir, tak menyurutkan semangat Relawan Perempuan Manis (RPM) untuk menghadiri Silturahmi dengan masyarakat yang ada di...

Dinas Kesehatan Kota Depok, Jawa Barat, melansir 5 dari 76 petugas medis Rumah Sakit Mitra Keluarga yang sempat menangani pasien positif virus corona Covid-19, menunjukkan gejala mirip pengidap wabah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan, kelima petugas medis yang menunjukkan mengidap gejala virus corona telah diobservasi.

“Kelima petugas medis ini belum dilakukan perawatan intensif di rumah sakit, melainkan masih berada di rumah masing-masing, ” kata Novarita, Senin (2/3/2020).

Nova mengatakan, kelimanya belum dikarantina karena baru mengeluhkan gejala flu dan batuk.

“Jadi mereka ini belum sampai ada demam, sehingga masih dalam pengawasan saja, dan belum perlu dilakukan perawatan di RS,” kata Nova.

Nova mengatakan, penularan virus Corona mirip seperti flu ataupun batuk. Namun, apakah kelimanya tertular virus corona, tergandung kondisi kekuatan tubuh masing-masing.

Ia juga mengakui, dari 76 tenaga medis yang diawasi karena pernah melakukan interaksi dengan pasien virus corona tersebut tak semuanya berada di Depok.

“Dari jumlah itu, tidak hanya tinggal di Depok. Ada juga di luar Depok. Kami masih memantau kondisi mereka.”

Dirumahkan

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut ada sebanyak 71 tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok dirumahkan usai berinteraksi dengan dua WNI yang terinfeksi virus corona.

Saat ini mereka tidak diizinkan untuk bekerja di rumah sakit guna mencegah penyebaran virus corona.

Saat ini Pemerintah Kota Depok sedang melakukan konfirmasi lebih lanjut mengenai kondisi puluhan tenaga medis tersebut.

“Ada 71 tenaga media yang sempat interaksi dengan pasien, untuk antisiapsi mereka dirumahkan dari RS,” kata Idris saat menjadi narasumber di acara KompasTV, Senin (2/3/2020).

Idris menegaskan telah mengerahkan tim untuk melakukan penelusuran terhadap puluhan tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok yang dirumahkan tersebut.

Termasuk memeriksa interaksi para tenaga medis selama tidak bekerja di rumah sakit.

“Nanti diperiksa, didata, dicek juga rumahnya bisa saja dia itu warga Jakarta, Bogor, Bekasi atau mungkin warga Depok, nanti dipantau,” ungkapnya.

Saat ini Pemkot Depok juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan penelusuran terhadap para tenaga medis tersebut.

Langkah tersebut diambil guna memotong rantai penyebaran virus mematikan yang bersumber dari Kota Wuhan, China itu.

“Sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat,” ujarnya.

Untuk diketahui, dua WNI yang terinfeksi virus corona merupakan warga Depok, Jawa Barat. Keduanya merupakan seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun.

Sang anak yang berprofesi sebagai guru dansa itu tertular virus mematikan dari rekan dansanya yang merupakan WN Jepang yang berdomisili di Malaysia.

Saat ini, WN Jepang tersebut juga dinyatakan positif virus corona dan menjalani perawatan di Malaysia.

Kedua WNI positif virus corona sedang menjalani perawatan isolasi di RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

IMG 20201027 WA0012
WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Usaha Kuliner Banjarbaru

Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Pelaku Usaha Kuliner se-Kota Banjarbaru, dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi UKM dan Naker Kota Banjarbaru, Selasa (27/10/2020).

Ketua TP PKK Banjar Serahkan Alat Cuci Tangan Portabel Ke Pesantren...

Alat cuci tangan portable sebanyak 25 Unit yang merupakan hasil olahan dari Program Bimbingan Teknik (Bimtek) Kementerian Perindustrian RI kepada beberapa Industri...

Ops Yustisi Digelar Setiap Hari Secara Bergantian

Pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan menggelar Operasi Yustisi rutin terus digelar Pemerintah Kabupaten Banjar melalui tim gabungan Satuan Polisi...

Kondisi Rahmat Andika Berangsur Membaik

Rahmat Andika bocah Yatim Piatu asal Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini menderita  penyakit kelainan kulit dan dirujuk ke...