Beranda Kesehatan Pelaksanaan Bantuan Penyaluran Penanganan...

Pelaksanaan Bantuan Penyaluran Penanganan Covid-19 Tidak Singkron?

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Survei Elektabilitas Calon Walikota-Wakil Walikota Banjarbaru

Lembaga Survei Charta Politika Indonesia Kota Banjarbaru rilis hasil survei Elektabilitas Calon Walikota-Wakil Walikota Banjarbaru 2020 pada Rabu (21/10).

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Wakil Menteri PUPR RI Disambut Di Banjarbaru

Wakil Menteri PUPR RI Disambut Di BanjarbaruPjs Walikota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, sambut Kedatangan Wakil Menteri PUPR RI, John Wempi Wetipo, Di...

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Deklarasi Damai Kota Banjarbaru

Pjs Walikota Banjarbaru bersama Kapolres dan Dandim 1006/Martapura mengikuti Deklarasi Damai Wilayah Kota Banjarbaru, Di Aula Gawi Sabarataan,Rabu (21/10/2020).

HABAR KALIMANTAN – Anggota DPD RI KOMITE 3 Habib Zakaria Bahasyim, lakukan kunjungan kerja ke BPBD Provinsi Kalimantan Selatan terkait masalah Pengawasan Pelaksanaan undang undang No 11 tahun 2009, mengenai Kesejahteraan Sosial mengenai pelaksana penyaluran bantuan untuk penanganan Covid-19

Habib Zakaria Bahasyim menjelaskan, adanya dugaan ketidak singkronan dalam pelaksanaan bantuan penyaluran untuk penanganan Covid-19, terutama dari nilai bantuan bagi yang terdampak.

“Pada intinya kami minta evaluasi, bagaimana dalam hal penanganan kepada masyarakat terkait isolasi mandiri, isolasi khusus, dan yang terdampak,” terangnya

Habib Zakaria Bahasyim meminta, agar hal ini cepat diselesaikan dan dibantu, ia harapkan adanya perbaikan perbaikan di masyarakat.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial ucap Habib Zakaria, sudah memberikan petunjuk dan aturan, yang ia tanyakan kenapa bantuan untuk isolasi khusus bukan mandiri itu, di Kalimantan Selatan hanya mendapatkan bantuan uang tunai senilai 360 ribu rupiah, padahal tercantum oleh Kementerian Sosial Rp. 573 ribu.

Hal ini tegasnya, perlu segera di evaluasi, selain tidak singkron dengan undang undang No 11 tahun 2009, nilai bantuan juga tidak mungkin sama rata.

“Karena tidak mungkin yang terdampak mendapatkan bantuan nilainya sama rata begitu, bagaimana kalau mereka mempunyai anak empat dan dia tulang punggung, sama dengan bantuan untuk yang punya anak dua, bantuan ini tidak akan cukup,” sambungnya

Terkait hal ini ia mengharapkan, juga harus ada turunan kebijakan / aturan terkait bantuan pemerintah tersebut.

Minimal lanjut Habib Zakaria Bahasyim, Gubernur sebagai kepala daerah memberikan bantuan sesuai dengan Kementerian Sosial.

“Semoga Gubernur bisa mendengar hal ini, turunan juga mesti dibuat, misalnya dalam dua minggu diberi bantuan berapa, kemudian yang 1 bulan berapa, termasuk kalau punya tanggungan 1 anak, 2 anak dan seterusnya, itu harus dibedakan, jangan disamakan,” tegasnya.

IMG 20200718 WA0001
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Siti Nuraini

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Siti Nuraini menjelaskan, memang di peraturan Kementerian Sosial no 1 tahun 2013, ada iitem – item bantuan untuk korban bencana entah itu alam, sosial. Tapi bantuan itu tegas Nuraini, dalam bentuk pangan

Siti Nuraini menyatakan, bantuan tersebut besarannya kalau dirupiahkan total 573 ribu rupiah.

“Tetapi ini input dari kebijakan pimpinan, jadi tidak hanya khusus bantuan yang dikarantina, tetapi juga sebagai biaya operasional karantina APD dan lain lain, nah anggaran itu merangkum itu semua,” pungkasnya

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Covid-19 Di Banjarbaru Melandai, Tetap Tekankan Protokol Kesehatan

Pemaparan info terbaru Covid-19 oleh Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarbaru, Rizana Mirza, digelar di Ruang Tamu Utama Walikota Banjabaru, Selasa (29/09/2020).

Menjenguk Tokoh Kharismatik Kertak Hanyar, H Saidi Mansyur Dapat Petuah.

H Saidi Mansyur merupakan salah satu pemimpin yang sangat cinta kepada para ulama dan habaib, hal tersebut ditunjukan dengan seringnya ia melakukan...

Peternakan Babi Di Guntung Manggis Segera Direlokasi

Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru terus mendesak pemilik peternakan babi agar merelokasikan kandang ternaknya yang berdekatan dengan...

Kamu mungkin juga suka

Ketua TP PKK Banjar Serahkan Alat Cuci Tangan Portabel Ke Pesantren...

Alat cuci tangan portable sebanyak 25 Unit yang merupakan hasil olahan dari Program Bimbingan Teknik (Bimtek) Kementerian Perindustrian RI kepada beberapa Industri...

Ops Yustisi Digelar Setiap Hari Secara Bergantian

Pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan menggelar Operasi Yustisi rutin terus digelar Pemerintah Kabupaten Banjar melalui tim gabungan Satuan Polisi...

Kondisi Rahmat Andika Berangsur Membaik

Rahmat Andika bocah Yatim Piatu asal Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini menderita  penyakit kelainan kulit dan dirujuk ke...
00:00:00

Swab Masal Kabupaten Banjar Capai 2 397 Sampel Per Agustus 2020

Selama bulan Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Banjar telah melakukan tes swab massal terhadap 2.397 sampel. Swab massalini dilaksanakan terhadap ASN hingga...