Beranda Nasional Dua Metode Kemenag Dalam...

Dua Metode Kemenag Dalam Menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah

Terbaru

Usaha Pembuatan Masker Hidupkan Pelaku UMKM

Sejak pandemi Covid-19 mewabah, tak sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) terpaksa beralih usaha untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonominya.

Aksi Sosial Pecinta Alam Untuk Korban Kebakaran Kotabaru

Puluhan Pecinta Alam yang ada di kota Banjarbaru dan Martapura menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk korban kebakaran, di Kabupaten Kotabaru Provinsi...

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Warga Guntung Manggis Ini Siap Menangkan Haji Martinus – Jaya

Memiliki track record (pengalaman) yang baik menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) Walikota Banjarbaru pada tahun 2005 silam, Haji Martinus calon Walikota Banjarbaru...

Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada, Minggu (24/5/2020). Keputusan itu berdasarkan tim pemantau hilal yang tidak melihat hilal pada, Jumat (22/5/2020).

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pihaknya menggunakan dua metode untuk menentukan 1 Syawal.

Pertama, dengan metode hisab atau perhitungan. Lalu, metode rukyat atau pengamatan hilang secara langsung.

Pengamatan hilal dilakukan di 80 titik yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Berdasarkan laporan hisab dari Tim Falakiyah Kemenag, posisi ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di bawah antara -5 derajat 17 menit sampai dengan -3 derajat 58 menit.

Lalu berdasarkan metode rukyat, menurut laporan hilal tidak tampak ketika diamati dari 80 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Keduanya adalah metode yang saling melengkapi satu dengan yang lain, keduanya sama pentingnya,” kata Menag Fachrul Razi dalam siaran langsung melalui akun YouTube Kemenag, Jumat (22/5/2020).

Dengan perhitungan dua metode itu, Kemenag memutuskan dalam sidang isbat kalau 1 Syawal 1441 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

“Dengan dua hal posisi hisab dan hilal masih di bawah ufuk dan laporan hilal tidak terlihat, sidang isbat secara bulat menyatakan bahwa 1 Syawal 1440 Hijriyah jatuh pada hari Ahad atau Minggu tanggal 24 Mei 2020,” ujarnya.

Menag Fachrul Razi mengungkapkan bawah bukan Indonesia saja yang merayakan Lebaran pada akhir pekan ini.

Arab Saudi, kata Fachrul, juga memutuskan Hari Raya Idul Fitri 1441 H jatuh pada, Minggu (24/5/2020).

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

IMG 20201027 WA0012
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Paslon ‘Bangkit’ Mawarung Bersama Warga Murung Raya

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor,menyempatkan diri 'Mawarung' di salah satu warung milik warga...

Kamu mungkin juga suka

Maulid Nabi dan Bazar Amal Di Pondok Pesantren

Peringati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) di Pondok Pesantren Raudhatul Muta'allimin Annahdliyah, Rabu (28/10/2020), Kali ini sedikit berbeda pasalnya Pondok...

Warga Desa Mangkauk Cinta Habaib

Masyarakat Desa Mangkauk Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammmad Shollallahu Alaihi Wasallam, Senin (19/10/2020).Maulid Nabi yang...

Dapat Ditempuh Dengan Dua Rute, Haul Akbar Syekh Jalaluddin Dipadati Jamaah

Haul Akbar ke-107, Syekh Jalaluddin bin Abu Bakar Al-Banjari dipusatkan di Desa Rantau Balai Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, Minggu (27-09-2020).

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.