Beranda Nasional Guru Olah Raga SMP...

Guru Olah Raga SMP 1 Turi Ditetapkan Sebagai Tersangka

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Asrama Mahasiswa Didatangi Pjs Wali Kota

Pjs Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu, mengunjungi Asrama Adaro Mahasiswa ULM Banjarbaru asal Papua di Jalan Unlam II Kelurahan Sungai Besar...

RPM : Gunakan Hak Pilih Kalian, Jangan Sampai Golput

Silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan Pasangan Calon(Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Banjar, H Saidi Mansyur dan Habib Idrus bin Ali Al Habsyi,kembali...

Srikandi Desa Dukung Saidi Mansyur-Habib Idrus

Bertempat di Desa Jingah Habang Hilir Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar,Selasa (20/10/2020).Relawan Perempuan Manis (RPM) Silaturahmi sekaligus memperkenalkan Pasangan Calon(Paslon) Bupati dan...

Calon Bupati Banjar Yang Dinanti Disambut Antusias Warga

Calon Wakil Bupati Banjar Habib Idrus bin Ali Al Habsyi, silaturahmi dengan masyarakat Desa Sungai Bakung Kecamatan Sungai, Selasa (20/10/2020).

Air Mancur Taman CBS Dioperasikan Kembali

Air mancur Barokah di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) setelah kurang lebih enam bulan tidak dioperasikan karena pandemi Covid-19, kini dibuka kembali.

Polda DIY telah memeriksa 13 orang yang dianggap mengetahui tragedi susur sungai SMP 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman. Dari pemeriksaan tersebut, polisi telah menetapkan satu orang pembina pramuka sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, 13 orang yang diperiksa tersebut masing-masing 7 orang pembina Pramuka, 3 orang warga, dan 3 orang dari Pramuka Kwarcab Sleman. Sementara, dari para siswa belum ada pemeriksaan karena masih mengalami trauma.

Dari pemeriksaan sementara, diketahui bahwa dari 7 pembina Pramuka tersebut, 6 di antaranya mengantar para siswa ke sungai dan 1 orang berada di sekolah. Dari 6 orang yang ikut berangkat ke sungai, 4 diantaranya turun ke sungai, 1 orang menunggu di garis finish, sementara 1 orang lagi usai mengantarkan para siswa tersebut turun ke sungai dan langsung pergi karena untuk keperluan tertentu.

“Mereka akan kami periksa kalau sudah normal. Kita akan datangi para siswa,” ujar Yuli saat ditemui di Pos DVI di Puskesmas I Turi, Sabtu (22/2/2020) sore.

Yuli menyebutkan, selain 7 orang pembina, 6 orang lain juga mereka periksa. Masing-masing adalah 3 orang warga dan 3 orang perwakilan Pramuka dari kwarcab Sleman. Tiga orang warga yang diperiksa adalah dari penggerak wisata yang ada di kawasan tersebut.

Sementara, 3 orang lain adalah dari perwakilan Kwarcab Sleman yang diperiksa untuk lebih mengetahui SOP dalam Pramuka, termasuk standar keamanan pelaksanaan kegiatan Pramuka seperti susur sungai tersebut.

“Kita ingin mengetahui SOP Pramuka itu seperti apa,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan yang digelar di Mapolres Sleman, pihaknya telah meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan, sehingga ada penetapan tersangka dari 13 orang yang diperiksa.

“Tadi Direskrimsus Polda DIY telah melakukan gelar perkara di Mapolres Sleman dan menyatakan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan,” terang Yuli.

Salah satu orang yang sudah diperiksa ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, yaitu pembina Pramuka berinisial IYA, yang juga guru olahraga SMPN 1 Turi. IYA adalah pembina meninggalkan para siswa usai mengantar mereka turun ke sungai karena untuk keperluan tertentu.

“Jadi dari 7 orang pembina, 6 orang statusnya PNS di SMP N 1 Turi, dan 1 orang adalah pihak luar yang menjadi pembina Pramuka,” jelasnya.

Yuli menambahkan, kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka. Namun, hal tersebut masih bergantung dari hasil pemeriksaan karena untuk sementara memang belum ada siswa yang diperiksa untuk menjadi saksi.

Para siswa masih mengalami trauma, sehingga belum bisa dimintai keterangan. Namun, jika nanti sudah dalam kondisi normal, maka pihaknya akan mendatangi para siswa tersebut dalam rangka pemeriksaan.

“Dari polisi juga menyediakan tim trauma healing,” ujarnya.

Untuk sementara, tersangka diancam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan 360 karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain terluka. Ancaman maksimal yang akan dikenakan pada tersangka adalah hukuman 5 tahun penjara. Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Sleman dan belum ada penahanan.

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Covid-19 Di Banjarbaru Melandai, Tetap Tekankan Protokol Kesehatan

Pemaparan info terbaru Covid-19 oleh Kepala Dinas Kesehatan kota Banjarbaru, Rizana Mirza, digelar di Ruang Tamu Utama Walikota Banjabaru, Selasa (29/09/2020).

Menjenguk Tokoh Kharismatik Kertak Hanyar, H Saidi Mansyur Dapat Petuah.

H Saidi Mansyur merupakan salah satu pemimpin yang sangat cinta kepada para ulama dan habaib, hal tersebut ditunjukan dengan seringnya ia melakukan...

Haris-Ilham, Duet Yang Tepat Dan Pantas

Ritual Tolak Bala digelar Lembaga Swadaya Masyarakat Kalimantan Selatan(LSM Kalsel), di gang Hasanuddin Banjarmasin Tengah,Rabu(14/10/2020). Turut diundang dan hadir,...

Kamu mungkin juga suka

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.

Pasutri Asal India Nekat Tegak Pestisida

Sepasang suami istri di India nekat menenggak pestisida setelah melihat tanahnya digusur oleh pemerintah. Menyadur BBC, insiden ini memicu kemarahan publik India lantaran polisi menyerang...
00:01:59

Panglima TNI Kunjungi Kalimantan Selatan

700 paket sembako yang dibawa 700 anggota TNI dan Polda Kalimantan Selatan, dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, kamis sore.

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-74, Jokowi : Silahkan Di Gigit Saja

Memperingati Hari Bhayangkara Ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar apel serentak di seluruh Indonesia, Dengan mengusung...