Beranda Habar Provinsi Kalsel Kembali Tertunda, Pengajuan Pahlawan...

Kembali Tertunda, Pengajuan Pahlawan Nasional Pangeran Hidayatullah Lanjut 2022-2023

Terbaru

Banjarbaru – Proses pengajuan Pangeran Hidayatullah sebagai Pahlawan Nasional yang telah berproses sejak tahun 2019 dan rencananya akan kembali dilanjutkan pada tahun 2021 ini terpaksa mengalami penundaan kembali.

Sebelumnya pada tahun 2019 proses pengajuannya sempat tertunda lantaran anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19, tutur Drs. Wajidi, Bidang Kepakaran Sejarah dan Arkeologi, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Selatan, saat ditemui pada Senin (08/11/2021).

Wajidi menegaskan bahwa tidak ada pembatalan terkait pengajuan status kepahlawanan Pangeran Hidayatullah melainkan hanya berproses saja.

IMG 20211108 13301195

“Melihat peluang yang dimiliki Syekh M. Arsyad Al-Banjari untuk diajukan menjadi pahlawan nasional lebih besar, untuk itu prioritas kita untuk tahun 2021-2022 ini pengajuan beliau,” ungkapnya.

Dimana lanjut Wajidi, usai Syekh M. Arsyad Al-Banjari diajukan menjadi pahlawan nasional pada 2021-2022 selesai, pihaknya akan kembali melanjutkan proses pengajuan Pangeran Hidayatullah kembali pada 2022-2023 mendatang.

“Status Kepahlawanan Pangeran Hidayatullah ini pun menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemprov Kalsel, mengingat peran beliau pada masa perang banjar,” jelasnya.

IMG 20211106 WA0002 1

Wajidi juga menambahkan, bahwa memang dahulu sempat diajukan sebagai Pahlawan Nasional berbarengan dengan Pahlawan Nasional dari Aceh, namun saat itu dengan munculnya Pangeran Antasari justru melemahkan posisi Pangeran Hidayatullah dan pangeran Antasari yang lebih dulu mendapat gelar Pahlawan Nasional.

“Kita sempat keliru saat pengajuan waktu itu, memunculkan Pangeran Hidayatullah dengan Pangeran Antasari sekaligus. Sementara itu pertimbangan sumber-sumber sejarah waktu itu menyebutkan bahwa Pangeran Hidayatullah menyerah dengan Kolonial Belanda. Sedangkan syarat umum pahlawan nasional salah satunya tidak pernah menyerah dengan musuh. Namun seiring dengan penelitian lebih lanjut terungkap fakta bahwa bukan menyerah melainkan dijebak atau ditangkap dengan tipu daya, sekarang sejarah mencatat bahwa Pangeran Hidayatullah ditangkap bukan menyerah,” paparnya.

Untuk itu kedepannya Wajidi meyakinkan jika tidak ada halangan lagi maka proses pengajuan Pangeran Hidayatullah atau yang lebih dikenal masyarakat Cianjur Ulama Besar Berjubah Kuning, akan kembali diproses dan dapat diselesaikan secepatnya.

Trending Minggu Ini

Debit Air Naik, HST Siaga 1 Banjir

HST,- Hujan dengan intensitas tinggi melanda Hulu Sungai Tengah (HST), subuh, Minggu (28/11/2021).Menurut informasi yang beredar di Instagram BPBD Hulu sungai tengah, Pj Sekretariat...

Perbaikan Bangunan Pasar Taibah Pasca Kebakaran Capai Enam Ratus Juta Rupiah

Martapura - Sebanyak 12 unit toko di Pasar Taibah Kota Martapura Kabupaten Banjar, perlahan sudah mulai diperbaiki oleh Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD....

KORPRI Gandeng Disperindag Banjar Adakan Pasar Murah

Banjar,- Peringati HUT KORPRI ke-50, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Banjar gandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banjar mengadakan pasar murah, bertempat...

Kamu mungkin juga suka

Eny Yaqut Didaulat Sebagai Bunda Inklusi Kemenag

Yogyakarta,- Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Eny Retno Yaqut didaulat sebagai Bunda Inklusi dari Ditjen Pendidikan Islam dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional...

Larangan Ekspor Biji Nikel Digugat WTO, Ketua DPD RI : Ini...

Subang,- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri. Meski kebijakan tersebut...

Pekerja Anak Di Indonesia Meningkat

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat dalam mencegah anak menjadi korban eksploitasi ekonomi.“Saat ini,...

KPK Resmi Tetapkan Bupati HSU Sebagai Tersangka

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid sebagai tersangka, hasil dari pengembangan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT)...