Beranda Nasional Masyarakat Lancok, Aceh Utara...

Masyarakat Lancok, Aceh Utara Evakuasi 94 Imigran Etnis Rohigya Yang Terombang Ambing Dilaut

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Menjadikan Kabupaten Banjar Yang ‘Manis’

Relawan Perempuan Manis (RPM) bersama Hj Nur Gita Tiyas Saidi Mansyur, terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Banjar. Kali...

Galuh Borneo Dukung “Manis”

Cuaca tidak menentu dalam beberapa hari terakhir, tak menyurutkan semangat Relawan Perempuan Manis (RPM) untuk menghadiri Silturahmi dengan masyarakat yang ada di...

Warga Banjarbaru Membludak Serahkan Formulir BLT UMKM

Penyerahan formulir untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai(BLT) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Obyek Wisata Bukit Arta Butuh Sentuhan Yang Lebih Maksimal

Bukit Arta yang berada di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, kini menjadi salah satu obyek wisata bagi mereka yang senang mendaki. Namun, keindahan...

Sekitar 94 orang etnis Rohingnya terdampar di Perairan Aceh memasuki hari kedua akhirnya dievakuasi ke daratan Pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara pada Kamis (25/6/2020).

Puluhan warga etnis Rohingya ini dievakuasi ke daratan, setelah puluhan warga Gampong Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu melakukan aksi protes meminta agar para pengungsi itu segera diselamatkan, sebab sebelumnya perahu para pengungsi etnis Rohingya ini sempat terambang ambing di lautan.

Sedikitnya 94 orang warga etnis Rohingya, diantaranya 15 pria dewasa, 49 wanita dewasa, 10 anak laki-laki dan 20 anak perempuan.

Kuari, satu diantara warga Kecamatan Syamtalira Bayu mengatakan para imigran Rohingya itu ditarik oleh petugas ke tengah laut karena kapal penumpang Rohingya terbawa gelombang arus laut. Para pengungsi itu sudah beberapa hari terambang-ambing di lautan, kelaparan, dan mereka butuh pertolongan.

“Sebanyak 94 imigran Rohingya sudah dua hari terambang ambing di laut. Kami menolak jika para imigran tersebut dibiarkan ditengah laut, karena mereka manusia, di mana hati dan kepedulian sosial pemerintah terhadap mereka jika mereka dibiarkan,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak sanggup memberikan makan para pengungsi itu, biar masyarakat yang menyedikan logistik kepada mereka. Warga setempat juga sangat prihatin melihat kondisi mereka karena dari 94 imigran Rohingya itu terdapat anak-anak dan bayi yang masih menyusui.

“Kami masyarakat Lancok dan sekitarnya sudah mengumpul dana untuk membeli nasi maupun logistik lain untuk kebutuhan mereka. Kami akan memberikan makan dan dan mendirikan tenda untuk mereka jika mereka tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tegasnya.

Warga Rohingnya itu ditemukan nelayan yang sedang melaut, ketika para pengungsi itu terombang ambing di laut lepas. Kapal motor yang mereka tumpangi bahkan nyaris tengelam sehingga mereka dievakuasi ke kapal motor milik nelayan bernomor 2017.811.

https://www.suarakalbar.co.id/ < Sumber

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.

Pasutri Asal India Nekat Tegak Pestisida

Sepasang suami istri di India nekat menenggak pestisida setelah melihat tanahnya digusur oleh pemerintah. Menyadur BBC, insiden ini memicu kemarahan publik India lantaran polisi menyerang...
00:01:59

Panglima TNI Kunjungi Kalimantan Selatan

700 paket sembako yang dibawa 700 anggota TNI dan Polda Kalimantan Selatan, dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, kamis sore.

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-74, Jokowi : Silahkan Di Gigit Saja

Memperingati Hari Bhayangkara Ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar apel serentak di seluruh Indonesia, Dengan mengusung...