Beranda Nasional Pasutri Asal India Nekat...

Pasutri Asal India Nekat Tegak Pestisida

Terbaru

Harga Bumbu Dapur Stabil, Minyak Goreng Naik Rp. 1500,-

Harga bahan olahan masakan siap saji seperti Bumbu Merah, Bumbu Rawon, Bumbu Bistik, dan lainnya hingga saat ini Jumat (30/10/2020) terbilang masih...

Pandemi Covid-19 Harga Rempah Ini Naik 50 Persen

Semenjak Covid-19 melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Banjar, Harga rempah untuk komoditi Jahe (Zingiber officinale) mengalami kenaikan harga hingga 50 persen per hari...

Warga Guntung Manggis Ini Siap Menangkan Haji Martinus – Jaya

Memiliki track record (pengalaman) yang baik menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) Walikota Banjarbaru pada tahun 2005 silam, Haji Martinus calon Walikota Banjarbaru...

RPM Sambangi Dua Kecamatan Sekaligus

Relawan Perempuan Manis (RPM) terus melakukan silaturahmi dan memperkenalkan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar no urut 01, H Saidi Mansyur -...

Pemkab Banjar Kaji Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Banjar lakukan pengkajian proses belajar mengajar secara tatap muka disejumlah kecamatan yang termasuk zona hijau, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah...

Sepasang suami istri di India nekat menenggak pestisida setelah melihat tanahnya digusur oleh pemerintah.

Menyadur BBC, insiden ini memicu kemarahan publik India lantaran polisi menyerang pasangan asal negara bagian Madhya Pradesh ini.

Dalam video yang tersebar di internet, nampak sejumlah polisi terlihat memukuli seorang pria dari golongan Dalit, kasta terendah yang diharamkan di India.

Polisi menyeret pria yang tak terima lahannya digusur itu, sembari menghantam kakinya dengan tongkat kayu.

Sang istri yang berusaha menyelamatkan suaminya juga tak luput dari pukulan tongkat kayu. Anaknya yang saat itu juga berada di lokasi kejadian, menangis melihat apa yang menimpa orang tuanya.

Pasangan ini mengatakan mereka telah menyewa tanah untuk lahan pertanian dan tak akan bisa hidup jika mereka diusir.

Keduanya kini dikabarkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai membaik.

Partai-partai opisisi di India mengatakan hal seperti ini seringkali menimpa kaum Dalit. Meski ada undang-undang yang melindungi mereka, namun kaun ini masih menghadapi diskriminasi.
“Pertarungan kita adalah melawan mentalitas dan ketidakadilan ini,” cuit mantan pemimpin partai oposisi, Rahun Gandhi.

Menurut laporan Gulf News, pasangan ini adalah Ram Kumar Ahirwar dan Savitri Devi. Keduanya telah lama menggarap tanah publik pemerintah Madhya Pradesh.

“Kami tidak tahu tanah ini tanah siapa, kami sudah lama menggarapnya. Jika tanaman kami hancur, kami tidak punya pilihan lain selain bunuh diri. Kami memiliki utang Rs3 lakh (sekitar Rp 58 juta), siapa yang akan membayarnya, pemerintah atau orang lain?” ujar savitri Bai dikutip dari Gulf News.
Otoritas berwenang disebutkan akan membangun tembok pembatas, untuk itu polisi berupaya mengosongkan tanah.

Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan mengatakan penyelidikan sedang dilakukan dan atas kejadian ini, seorang pejabat lokal dan pengawas polisi telah dicopot dari jabatan mereka.

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

IMG 20201027 WA0012
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Paslon ‘Bangkit’ Mawarung Bersama Warga Murung Raya

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor,menyempatkan diri 'Mawarung' di salah satu warung milik warga...

Deklarasi Damai, Masyarakat Diminta Jangan Terpancing Hoax

Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan element masyarakat Kabupaten Banjar, menggelar aksi Deklarasi Damai Anti Anarkisme,...

Kamu mungkin juga suka

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.
00:01:59

Panglima TNI Kunjungi Kalimantan Selatan

700 paket sembako yang dibawa 700 anggota TNI dan Polda Kalimantan Selatan, dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, kamis sore.

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-74, Jokowi : Silahkan Di Gigit Saja

Memperingati Hari Bhayangkara Ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar apel serentak di seluruh Indonesia, Dengan mengusung...

Masyarakat Lancok, Aceh Utara Evakuasi 94 Imigran Etnis Rohigya Yang Terombang...

Sekitar 94 orang etnis Rohingnya terdampar di Perairan Aceh memasuki hari kedua akhirnya dievakuasi ke daratan Pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh...