Beranda Nasional Perpindahan Ibu Kota Negara,...

Perpindahan Ibu Kota Negara, Jokowi Ingin Pemerataan Ekonomi di Indonesia

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

RPM Sambangi Dua Kecamatan Sekaligus

Relawan Perempuan Manis (RPM) terus melakukan silaturahmi dan memperkenalkan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar no urut 01, H Saidi Mansyur -...

Pemkab Banjar Kaji Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Banjar lakukan pengkajian proses belajar mengajar secara tatap muka disejumlah kecamatan yang termasuk zona hijau, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah...

Maulid Nabi dan Bazar Amal Di Pondok Pesantren

Peringati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) di Pondok Pesantren Raudhatul Muta'allimin Annahdliyah, Rabu (28/10/2020), Kali ini sedikit berbeda pasalnya Pondok...

Laporan Pelanggaran Darmawan Jaya Dihentikan

Sentra Penegakan Hukum terpadu (Sentra Gakkumdu) Kota Banjarbaru dalam press release,Selasa (27/10/2020) menyampaikan dugaan pelanggaran Calon Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan...

Direktur Umum PDAM Dilantik, Bupati Banjar Harap Kinerja Lebih Bagus

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar. Pengambilan...

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan gambaran baru mengenai pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur.

Dia menyinggung beban yang ada di Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta sudah sangat besar.

Jokowi menyebut, populasi di Pulau Jawa mencaapi 149 juta jiwa. Angka tersebut merupakan 54 persen dari total 17 ribu orang yang mendiami bumi Nusantara ini.

“Kami harapkan perpindahan ini perlu saya sampaikan bukan karena apa-apa karena memang beban yang ada di Pulau Jawa ini terlalu sangat berat,” kata Jokowi di Balroom Hotel Aston Kartika, Tomang, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020) malam.

“Coba dibayangkan kita memiliki 17 ribu penduduk di Indonesia tetapi di Jawa saja, itu 54 persen penduduknya. 54 persen penduduk Indonesia ada di Jawa 149 juta jiwa,” kata dia.

Jokowi juga menyebut, 58 persen pergerakan ekonomi berada di DKI Jakarta. Hal itu menyebabkan pemerataan ekonomi di Indonesia menjadi sulit jika Jakarta tetap dijadikan sebagai pusat pemerintahan.

“Kemudian pergerakan ekonomi itu 58 persen itu ada di pulau Jawa, khususnya di Jakarta sehingga pemerataan nya akan sangat sulit kalau itu kita teruskan,” jelas Jokowi.

Jokowi pun menginginkan agar Indonesia memunyai dua magnet seperti halnya sejumlah negara. Dia mengambil contoh New York dan Whasington DC milik negeri Paman Sam serta Sydney dan Canberra milik negeri Kangguru, Australia.

“Negara lain misalnya Amerika memiliki New York dan Washington DC, Australia juga memiliki Sydney dan Canberra. Malaysia juga memiliki Kuala Lumpur dan Putra Jaya,” paparnya.

Untuk itu, Jokowi ingin adanya pemerataan ekonomi di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab, agar perekonomian tidak hanya bertumpu pada pulau Jawa atau dengan kata lain Jawasentris.

“Memang kami ingin sebuah pemerataan yang baik di seluruh pulau di seluruh provinsi di kabupaten kota yang ada di tanah air kita Sehingga nantinya ketika di negara lain punya dua magnet besar, kami juga ingin semuanya tidak bertumpu di Pulau Jawa Tetapi ada juga pulau yang lain sehingga saya dukung di pulau jawa ini tidak terlalu terbebani,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, kekinian pemerintah sudah tidak mendebatkan lagi pasal dalam Rancangan Undang-Undang ibu kota baru. Saat ini, pemerintah tengah menyinkronkan pasal-pasal sebelum diserahkan ke DPR.

“Kira-kira tidak banyak. Ibu kota kira-kira dibawah 34 atau 36 pasal,” kata Suharso di kompleks Istana Kepresidenan.

Kekinian, berkas tersebut masih digodok di tubuh Kementerian. Suharso menyebut, sejumlah Kementerian telah sepakat untuk memindahkan ibukota dari Jakarta.

“Ya sedang diputerin saja. Ada yang sudah ditandatangan, paraf ada juga yang belum,” imbuh Suharso.

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

IMG 20201027 WA0012
WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Founder Oke Oce Kagum Dengan Pembinaan UMKM Kota Banjarbaru

Founder One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (Ok Oce), Sandiaga Salahuddin Uno kagum akan pembinaan yang telah dilakukan terhadap pelaku Usaha Menengah...

Ketua TP PKK Banjar Sambut Baik Pelatihan Sasirangan PC NU

Ditengah pandemi Covid-29 yang menyebabkan melemahnya sektor perekonomian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas terkait di lingkup Pemkab Banjar terus mendorong upaya...

Berkat Nadjmi-Jaya, Ratusan Pelaku Usaha Mikro Sudah Berlabel Halal

Semasa menjabat sebagai Wali Kota, alm Nadjmi Adhani dan Wakilnya Darmawan Jaya Setiawan, gencar memprogramkan usaha mikro yang ada di kota Banjarbaru...

Rasionalisasi Anggaran 20% Di Kabupaten Banjar Rata-Rata Tidak Disanggupi SKPD

Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Banjar melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menerapkan kebijakan Rasionalisasi dua puluh persen (20%) dari Rencana Anggaran...