Beranda Nasional Sebulan Terombang Ambing di...

Sebulan Terombang Ambing di Samudera Pasifik, 4 Orang Ini Hanya Santap Kelapa

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Paslon ‘Bangkit’ Mawarung Bersama Warga Murung Raya

Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Abdul Haris Makkie dan Ilham Nor,menyempatkan diri 'Mawarung' di salah satu warung milik warga...

Rehab Rumah Warga, Bakti TNI Kepada Masyarakat

Rehab rumah warga melalui Program Bakti TNI Kodim 1006/ Martapura pada Semester II di tahun 2020 untuk Koramil - 10/ Kertak Hanyar...

TPS Tambahan Akan Ditempatkan Di Lapas Banjarbaru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menambah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) kelas IIB Banjarbaru. Hal itu...

Penilaian Satu Wasaka 2020, Bupati Banjar Harap Nilai Terbaik

Tim penilai Satu Wasaka (Sanitasi dan Air minum Tuntas Waja Sampai Kaputing) Award tahun 2020 kembali melakukan penilaian bidang Sanitasi dan Air...

Indeks Pembangunan Banjarbaru dan Keharmonisan Pemko, TNI-Polri

Dalam Sosialisasi Juknis terkait Bakti TNI, di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru, Kamis (22/10/2020),Direktur Sistem dan Metode Pusat Teritorial Angkatan Darat,...

Jakarta (Habarkalimantan)- Pada Desember lalu, tepatnya sebelum natal, ada sebuah kapal membawa 12 orang dari Papua Nugini. Namun sayangnya, kapal tersebut terbalik dan menewaskan 8 penumpangnya.

Empat penumpang lainnya yang terdiri dari seorang wanita, anaknya yang masih 12 tahun, seorang pria 20 tahun, dan pria lain bernama Dominic Stally (satu-satunya orang yang telah diidentifikasi sejauh ini) selamat dan mengapung di Samudra Pasifik.

Diketahui kapal tersebut berangkat dari Buka, di provinsi Bougainville, pada 22 Desember untuk menghabiskan liburan di Kepulauan Carteret. Sebuah kepulauan yang memiliki jarak 60 mil.

Namun di tengah perjalanan, kapal terbalik dan menenggelamkan beberapa penumpang, termasuk seorang bayi.

Sebelum tersisa empat orang, penumpang lain yang sempat selamat diketahui meninggal di atas kapal, yang sebelumnya telah mereka fungsikan kembali.

Mereka yang selamat mencoba membantu yang lainnya, tapi gagal, kata Stally.

“Kami tidak bisa melakukan apapun dengan jasad mereka. Kami hanya bisa melepaskan mereka ke laut,” kata Stally, dilansir dari Insider.

“Sepasang suami istri meninggal dan meninggalkan bayi mereka. Akulah yang memegang bayi itu, tapi kemudian bayinya meninggal juga. Aku benar-benar sedih, tetapi tidak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan mereka,” sambungnya.

Beberapa kali Stally melihat kapal nelayan lewat, namun mereka terlalu jauh untuk melihat kapalnya, kata Stally. Akhirnya seorang nelayan melihat kapalnya pada 23 Januari.

“Kami dijemput oleh kapal nelayan yang dekat dengan Kaledonia Baru dan kami ditahan dan diberi makan di kapal,” kata Stally. Mereka kemudian diturunkan di Honiara, ibukota Kepulauan Solomon, pada 8 Februari.

Ia menambahkan, selama satu bulan terombang ambing, ia dan tiga orang lainnya bertahan dengan mengonsumsi kelapa dan minum airnya. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut dari mana ia mendapatkannya.

Keempat orang itu pun meminum air hujan dalam mangkuk yang juga digunakan untuk mengeluarkan air dari kapal.

Pada akhirnya, keempat orang tersebut dirawat karena dehidrasi dan dirawat oleh Komisaris Tinggi Papua Nugini John Balavu.

Sumber : https://www.suarakalbar.co.id/

WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Menjenguk Tokoh Kharismatik Kertak Hanyar, H Saidi Mansyur Dapat Petuah.

H Saidi Mansyur merupakan salah satu pemimpin yang sangat cinta kepada para ulama dan habaib, hal tersebut ditunjukan dengan seringnya ia melakukan...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Aksi # ERICK OUT

Erick Thohir sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19 dinilai telah gagal.

Pasutri Asal India Nekat Tegak Pestisida

Sepasang suami istri di India nekat menenggak pestisida setelah melihat tanahnya digusur oleh pemerintah. Menyadur BBC, insiden ini memicu kemarahan publik India lantaran polisi menyerang...
00:01:59

Panglima TNI Kunjungi Kalimantan Selatan

700 paket sembako yang dibawa 700 anggota TNI dan Polda Kalimantan Selatan, dilepas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, kamis sore.

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-74, Jokowi : Silahkan Di Gigit Saja

Memperingati Hari Bhayangkara Ke-74 yang jatuh pada 1 Juli 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar apel serentak di seluruh Indonesia, Dengan mengusung...