Beranda Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri Ini...

Perguruan Tinggi Negeri Ini Miliki Sistem Studi Yang Flexibel

CREATIVE TALK HIPMI BANJARBARU WEBINAR 1

Terbaru

Laporan Pelanggaran Darmawan Jaya Dihentikan

Sentra Penegakan Hukum terpadu (Sentra Gakkumdu) Kota Banjarbaru dalam press release,Selasa (27/10/2020) menyampaikan dugaan pelanggaran Calon Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan...

Direktur Umum PDAM Dilantik, Bupati Banjar Harap Kinerja Lebih Bagus

Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar. Pengambilan...

Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Usaha Kuliner Banjarbaru

Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Pelaku Usaha Kuliner se-Kota Banjarbaru, dilaksanakan di Aula Dinas Koperasi UKM dan Naker Kota Banjarbaru, Selasa (27/10/2020).

Benhard : Lebih Baik Liburan Di Rumah Saja

Mencegah penyebaran Covid-19, utamanya di lingkungan ASN Pemko Banjarbaru, Pjs Wali Kota Banjarbaru, Benhard E Rondonuwu, Selasa (27/10/2020) menyampaikan untuk libur panjang...

Menjadikan Kabupaten Banjar Yang ‘Manis’

Relawan Perempuan Manis (RPM) bersama Hj Nur Gita Tiyas Saidi Mansyur, terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Banjar. Kali...

Taraf standar pendidikan yang terus meningkat dari tahun ke tahun mengharuskan kebanyakan masyarakat kini Kuliah sembari bekerja, hal ini merupakan suatu tren di masa sekarang, dimana bekerja merupakan suatu kewajiban, sedangkan kuliah merupakan tuntutan dari standar suatu pekerjaan untuk meningkatkan karir ke jenjang yang lebih tinggi.

Tingginya minat masyarakat dalam menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi namun terkendala dalam waktu dan jarak terkadang menjadi problema tersendiri di masa sekarang.

Salah satu program Pemerintah Republik Indonesia dalam mensiasati hal tersebut tersalur dalam pembentukan Universitas Terbuka yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menyelenggarakan pendidikan melalui sistem terbuka dan jarak jauh, sesuai dengan surat keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984.

IMG 20200309 WA0014

Inilah yang ditawarkan oleh Universitas Terbuka (UT), salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah berdiri sejak tahun 1984.

Berbeda dengan PTN lain yang mengharuskan mahasiswanya untuk berkuliah dengan sistem tatap muka, UT menawarkan perkuliahan dengan sistem jarak jauh sehingga para mahasiswanya dapat belajar sendiri di rumah.

Bahkan UT menawarkan perkuliahan jarak jauh dengan sistem online, sehingga para mahasiswanya dapat berkuliah dengan tatap muka di manapun dan kapanpun hanya dengan mengandalkan jaringan internet.

IMG 20200309 WA0023

Direkrut UT Banjarmasin, Ir. M. Priyono M.Si saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (9/3/2020) mengatakan UT membuka pendaftaran sepanjang waktu.

“UT sendiri tidak membatasi usia peserta didiknya. Jadi semua usia bisa jadi peserta didik, selama peserta didik memiliki minat,”

“Kita membuka pendaftaran mahasiswa baru setiap tahun, gelombang pertama pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni, penutupan registrasinya pada akhir Februari. Sementara untuk gelombang kedua pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember, penutupan registrasinya pada awal Agustus,” ujarnya.

Untuk persyaratan pendaftaran setiap program studi berbeda-beda, tapi pada umumnya calon mahasiswa baru untuk program Diploma/S1 harus lulus SMA Sederajat, sementara untuk program Magister telah lulus program S1.

“Tak ada batasan umur atau lulusan untuk masuk ke UT, di tempat kami ada mahasiswa yang masih fresh graduate sampai umur 60 tahun. Juga tak ada batasan tempat tinggal, di kota manapun tetap bisa mengikuti perkuliahan,” ungkap Priyono.

UT sendiri lanjutnya memiliki 33 program studi S1 yang terbagi atas 4 Fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Sains dan Teknologi (FSN) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sementara untuk Program Pascasarjana (PPs) terdiri atas 7 program Magister dan 2 program Doktor.

Kuliah di UT sendiri lanjut M. Priyono memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan PTN yang lain, selain bisa mendaftar kapan saja, belajar pun bisa dilakukan dimana saja.

“Mahasiswa tidak harus datang ke kampus, tidak harus mengkost seperti mahasiswa lain dan tetap bisa bekerja. Untuk belajar pun cukup fleksibel, tapi harus disiplin karena belajar secara mandiri. Mahasiswa selain mendapatkan bahan ajar yang didesain untuk setiap mata pelajaran, juga bisa mengikuti kelas tatap muka tutorial secara virtual untuk mata kuliah apa saja, selama terhubung ke jaringan internet. Jadi bisa belajar sambil nongkrong dan cukup menggunakan smartphone saja untuk belajar,” katanya.

Untuk pelaksanaan ujian setiap semesternya, UT menawarkan dua opsi, yaitu mengikuti ujian di tempat-tempat yang ditunjuk atau bisa juga mengikuti ujian secara online.

“Bahkan kalau mahasiswa kami pada saat ujian sedang bertugas di luar daerah, akan kami siapkan tempat pelaksanaan ujian di UT di daerah tugas mereka tersebut. Kalau sedang bepergian ke luar negeri pun, mereka dapat mengikuti ujian di KJRI yang ada di negara yang mereka kunjungi,” ungkapnya.

Perkuliahan sendiri tambahnya dapat diselesaikan oleh setiap mahasiswa S1 dalam jangka waktu 3,5 tahun, sementara untuk PPs mulai dari 4 semester hingga 6 semester.

Biaya kuliah pun cukup terjangkau, rata-rata untuk program S1 sekitar 1,3 juta rupiah per semester, sudah termasuk bahan ajar berupa buku, biaya wisuda, tutorial tatap muka, ujian online dan sebagainya. Sementara untuk program PPs, biaya berbeda tergantung lokasi mulai dari 7 juta rupiah.

Setiap tahunnya ratusan ribu mahasiswa di seluruh Indonesia bahkan dunia menyelesaikan perkuliahannya di UT.

“Untuk di Kalsel setiap tahun ada sekitar 1500-an mahasiswa yang lulus, sebagian mengikuti wisuda dan sebagian tidak. Setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus bisa mengikuti wisuda, kalau tak mengikuti wisuda juga tak masalah,” jelasnya.

Pria yang juga dosen ilmu komunikasi ini mengungkapkan pengendalian kualitas di UT cukup ketat karena mengadopsi standar mutu dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).

“UT mendapatkan 2 kali standar kualitas dari ICDE, yaitu asosiasi untuk perguruan tinggi di dunia yang menawarkan sistem pengajaran jarak jauh. Sementara untuk standar mutu manajemen, kami mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015. Mengenai akreditasi, ada 7 program studi kami yang mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sisanya mendapat akreditasi B. Hanya program studi baru saja yang akreditasinya C,” terang M. Priyono.

IMG 20201027 WA0012
WhatsApp Image 2020 10 12 at 17.36.10 1
1422374 923771344327002 1982948344843059176 n

Trending Minggu Ini

Warga Rantau Balai Sambut Baik Kedatangan RPM

Relawan Perempuan Manis (RPM) memperkenalkan sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar, nomor urut satu, dengan tagline "Manis" kepada warga Desa...

Teluk Tamiang Yang Bikin Mabuk Kepayang

HABAR KALIMANTAN - Tak kalah indah dengan wisata yang ada di luar Kalimantan Selatan, wisata Pantai Teluk Tamiang Desa Teluk Tamiang Kecamatan...

Median Jalan di Cat, Jalan Bersih, Banjarbaru Semakin ‘Glowing’

Semenjak dilantiknya Bernhard E Rondonuwu menjadi Pejabat Sementara (PJS) kurang lebih 71 di Kota Banjarbaru, dirinya berkomitmen untuk memajukan kota yang berjuluk...

Kamu mungkin juga suka

Ketua TP PKK Banjar Serahkan Alat Cuci Tangan Portabel Ke Pesantren...

Alat cuci tangan portable sebanyak 25 Unit yang merupakan hasil olahan dari Program Bimbingan Teknik (Bimtek) Kementerian Perindustrian RI kepada beberapa Industri...

PGRI Banjarbaru Diketuai Tri Hayat Ariwibowo

Konferensi PGRI Kota Banjarbaru dengan agenda laporan pengurus periode 2016-2020 dan pemilihan pengurus periode 2021-2025, digelar di Aula Dinas Pendidkan Kota Banjarbaru,Sabtu...

Tukang Rehab SDN 3 Kemuning Ternyata Dipanggil Jaksa Sebagai Saksi???

Terkait kabar pemanggilan Kepala Tukang proyek rehab SDN 3 Kemuning oleh Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Kepala Sekolah Dalinah Noviranti, kembali memberikan keterangan.

Kuota Gratis, Aktivitas Belajar Daring Naik 10%

Aktivitas belajar mengajar secara daring di Kabupaten Banjar mengalami peningkatan hingga 10 persen. Hal ini lantaran beberapa pihak provider...