BerandaHabar Banjarbaru165 Bintara Infanteri TNI...

165 Bintara Infanteri TNI AD Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Pertahanan Modern

Terbaru

Banjarbaru – Sebanyak 165 Bintara Infanteri TNI AD resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Rindam VI/Mulawarman, Banjarbaru, Sabtu (6/9/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, selaku Inspektur Upacara.

Dalam wawancaranya, Brigjen Ari menyampaikan bahwa setelah pelantikan, para bintara muda akan melanjutkan pendidikan kecabangan di Dodiklatpur selama satu bulan setengah, sebelum kemudian ditempatkan di berbagai satuan.

“Semua penempatan prajurit TNI memiliki dasar pertimbangan yang jelas. Secara umum, pertimbangannya adalah ancaman, baik militer maupun non-militer, yang dapat mengganggu kedaulatan dan stabilitas negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden, salah satu fokus strategis saat ini adalah mendukung astacita, terutama swasembada pangan. Karena itu, beberapa prajurit akan ditempatkan di batalion teritorial pembangunan yang tersebar di seluruh pulau besar di Indonesia.

“Tujuannya agar kekuatan pertahanan TNI AD tersebar secara efektif di wilayah-wilayah yang membutuhkan, demi menjaga keutuhan NKRI,” tambahnya.

Selain pertimbangan ancaman, faktor lain seperti kualifikasi, sistem rotasi, dukungan logistik, dan kesejahteraan prajurit juga menjadi dasar dalam penempatan. Ia menekankan prajurit yang baru dilantik akan memiliki peran penting dalam memperkuat pertahanan teritorial maupun pengembangan satuan-satuan baru TNI AD.

Terkait tantangan keamanan modern, pendidikan pertama bintara tahun ini turut membekali materi terbaru, termasuk pengetahuan tentang teknologi militer.

“Ada materi pengenalan drone, senjata pintar, hingga rudal balistik. Ini penting karena perang modern saat ini banyak melibatkan teknologi canggih,” jelasnya.

Brigjen Ari juga menambahkan, kemampuan yang terus dikembangkan bagi para bintara meliputi keterampilan tempur, penguasaan senjata modern, kekuatan fisik dan mental, kemampuan adaptasi, pembelajaran berkelanjutan, serta interaksi sosial di lapangan.

Ia berharap, setelah masuk satuan, para prajurit mampu menerapkan nilai-nilai luhur TNI dalam setiap tugasnya.

“Nilai yang sudah mereka ucapkan dalam sumpah prajurit itulah landasan mereka dalam bertindak. Harapan saya, mereka selalu menjaga nama baik organisasi, bangsa, dan negara. Dan tentunya, kehadiran mereka di lapangan harus memberi pengaruh positif bagi rakyat. Prajurit TNI tidak bisa lepas dari rakyat, karena TNI adalah bagian dari rakyat itu sendiri,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka