KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin memantapkan langkahnya menuju visi “Gerbang Logistik Kalimantan”. Penetapan APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi titik tolak, menegaskan lima area utama yang akan menjadi fokus penggerak pembangunan di seluruh Banua.
Area fokus ini tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keberlanjutan lingkungan. Masyarakat Kalsel perlu mengetahui dan mendukung prioritas ini agar pembangunan berjalan tepat sasaran.
Berikut adalah lima fokus utama yang akan dikejar Pemerintah Provinsi Kalsel:
1. Memperkuat Kualitas SDM Melalui Pendidikan dan Kesehatan Unggul
Fokus utama pembangunan Kalsel dimulai dari investasi pada manusia. Pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial.
Capaian apresiasi dalam Rata-Rata Lama Sekolah dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan menjadi bukti awal bahwa pondasi SDM Kalsel semakin kuat. Targetnya adalah memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan dasar yang bermutu tinggi, menciptakan SDM yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
2. Penguatan Sektor Unggulan Daerah: Pertanian, Industri, dan Pariwisata
Untuk mencapai tema “Meningkatkan Daya Saing,” Kalsel akan habis-habisan mendukung sektor-sektor yang menjadi keunggulannya, yaitu:
Pertanian: Mempertahankan Kalsel sebagai lumbung pangan.
Industri Pengolahan: Meningkatkan nilai tambah produk lokal sebelum diekspor.
Pariwisata: Menggenjot destinasi alam (Meratus) dan budaya (Pasar Terapung) untuk menarik investasi dan wisatawan.
Fokus ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal.
3. Pembangunan dan Konektivitas Infrastruktur Wilayah
Peran Kalsel sebagai calon Gerbang Logistik hanya bisa terwujud jika didukung infrastruktur yang memadai. Prioritas akan diberikan pada pembangunan dan pemerataan infrastruktur serta peningkatan konektivitas wilayah antar kabupaten/kota. Ini termasuk perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya yang mempermudah mobilitas barang dan jasa, serta pemerataan pembangunan di seluruh Banua.
4. Ketahanan Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Sebagai daerah yang rentan terhadap perubahan iklim dan potensi bencana, penguatan kapasitas lingkungan hidup dan mitigasi bencana menjadi fokus krusial. Program-program yang akan didorong meliputi:
Rehabilitasi hutan dan lahan.
Penanggulangan dampak perubahan iklim.
Peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir dan kebakaran hutan.
Tujuan besarnya adalah mewujudkan pembangunan yang Berkelanjutan dan ramah lingkungan.
5. Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Berintegritas
Tidak ada pembangunan yang sukses tanpa pemerintahan yang baik. Pemerintah Kalsel berfokus pada Reformasi Birokrasi melalui peningkatan pelayanan publik yang efisien dan berintegritas. Targetnya adalah menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, bebas korupsi, dan mampu melayani masyarakat dengan cepat dan akurat.
“Setiap rupiah harus memberi manfaat dan hasil yang nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga,” demikian komitmen yang ditekankan Gubernur Kalsel H. Muhidin saat pengesahan APBD 2026.
Masyarakat diajak untuk turut serta mengawasi dan memberikan masukan agar lima fokus utama ini benar-benar berjalan tepat sasaran, mewujudkan Kalsel yang semakin maju, religius, dan sejahtera.


