BerandaHabar KotabaruPohon Aren Mulai Langka,...

Pohon Aren Mulai Langka, Pengrajin Gula Merah di Kotabaru Mengeluh

Terbaru

KOTABARU – Perajin gula aren atau gula merah di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, mengeluh sulitnya mendapatkan bahan baku gula merah yakni pohon aren (hanau) yang kini mulai berkurang.

Seperti yang di katakan Edi (40) pengrajin gula merah yang berada di Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara mengatakan, kesulitan untuk mendapatkan pohon aren yang siap untuk disadap.

“Saat ini untuk mendapatkan pohon aren (hanau) yang siap untuk di sadap sudah sulit di cari kalau pun ada pohon arennya cukup jauh dari pondok membuat gula merah,” ucapnya.

Lebih lanjut Edi menyampaikan, dengan berkurangnya pohon aren membuat produksi gula yang dibuat pengrajin gula merah menurun.

“Dari tahun ke tahun, pohon aren semakin sedikit di wilayah sini, ada yang ditebang ada juga yang tumbang. Faktanya saat ini di hutan wilayah Desa Dirgahayu pohon aren sudah mulai berkurang,” ujar Edi.

“Berkurangnya pohon aren berpengaruh pada produksi gula merah. Padahal saat ini permintaan di pasaran terus meningkat
Untuk saat ini kami pembuat gula merah bukan terkendala pemasaran gula merah, tapi terkendala bahan baku,” tambahnya.

Dengan hal tersebut, Edi hanya bisa membuat gula merah 10 bungkus dalam 2 hari di karenakan air pohon aren (hanau) mulai sedikit.

“Apa lagi pada saat bulan Ramadhan permintaan gula merah meningkat di karenakan banyak pedagang kue memerlukan gula merah untuk keperluan membuat kue,” tuturnya.

Edi sangat berharap kepada pemerintah atau pihak swasta untuk bisa menanam pohon aren di kawasan hutan yang ada di Kotabaru.

“jika tidak ada upaya penanaman pohon aren kembali di khawatirkan bisa langka bahkan hilang. Dengan begitu Kalau tidak ditanam dari sekarang dan dilestarikan dari sekarang, tentu saja bisa terancam punah.Dengan harapan setelah pohon aren produktif bahan baku gula akan terpenuhi kembali,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang gula merah yang ada di Pasar Kemakmuran Kotabaru, Lela (46) mengatakan, pada saat ini gula merah tidak begitu mahal di pasar berkisar antara 25 ribu dan 30 ribu satu bungkus dan stok gula merah masih banyak.

“Saat bulan Ramadhan harga gula merah mahal di karenakan banyak pedagang kue Ramadhan memerlukan untuk membuat kue dan ada juga gula merah di bawa ke luar daerah seperti Banjarmasin, Balikpapan bahkan sampai ke Pulau Jawa itu yang menyebabkan gula merah di Kotabaru berkurang dan mahal,” pungkas Lela.

Penulis M.Nasaruddin

Editor AS Pemil

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka