Martapura — Memasuki puncak musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar semakin serius. Hingga awal Agustus 2025, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai lebih dari 42 hektare, tersebar di lima kecamatan, dengan titik terparah berada di Cintapuri Darussalam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar pun mengambil langkah cepat dengan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, dan menyiagakan personel serta peralatan di sejumlah titik rawan.
“Kecamatan Cintapuri Darussalam mencatatkan luas kebakaran terbesar, yakni lebih dari 30 hektare. Ini jadi indikator bahwa kita perlu langkah pengamanan lebih serius di wilayah rawan,” ujar Azhar Alamsyah, Plt Sekretaris BPBD Banjar, saat ditemui usai rapat koordinasi siaga karhutla, Kamis (7/8/2025).
Distribusi Kebakaran Tersebar di Lima Wilayah. Data per 3 Agustus 2025 menunjukkan sebaran karhutla meliputi:
Martapura: 1,7 hektare
Karang Intan: 0,5 hektare
Pengaron: 5,5 hektare
Martapura Barat: 5 hektare
Cintapuri Darussalam: 30,012 hektare
Selain itu, sistem pemantauan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), SIPONGI, mencatat adanya 165 titik panas atau hotspot di wilayah Banjar hingga bulan ini, sebagian besar terdeteksi sejak awal Juli.
“Kami sudah mulai pantau hotspot sejak Februari, tapi peningkatan besar baru terjadi bulan lalu,” tambahnya.
Sebagai langkah taktis, BPBD Banjar telah mengaktifkan lima posko siaga karhutla, dengan Pos Induk di Kantor BPBD dan pos lapangan tersebar di Martapura Barat, Cintapuri Darussalam, Sungai Tabuk, dan Beruntung Baru.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD mengerahkan 35 personel gabungan serta berbagai perlengkapan operasional, seperti:
7 unit alkon jinjing
11 unit alkon servis
2 unit alkon apung
133 tandon air
5 motor trail
6 kendaraan roda empat
Dapur umum keliling
Puluhan roll selang dan nozel
“Kami pastikan semua peralatan dalam kondisi siap pakai. Kami juga siapkan dapur umum untuk mendukung tim di lapangan,” jelasnya.
Selain kesiapan teknis, BPBD menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Warga diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melapor jika menemukan titik api.
“Kami butuh kerja sama semua pihak. Informasi sekecil apa pun dari masyarakat bisa membantu mencegah bencana yang lebih besar,” pungkasnya.

