Banjarbaru – Tim MangrovePreneurs Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil meraih Juara Bidang Gagasan Solutif Inovatif 2025 dalam ajang Innovileague yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Kompetisi ini diikuti ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Inovasi tersebut berawal dari penelitian di Desa Mekarsari, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Tiga anggota tim yang tergabung dalam Ino Village—Rezky Amalia, Lutfhi Nor Anshori, dan Muhammad Baihaqi—bersama dosen ULM mengkaji potensi pohon rambai yang banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan nektar bunga rambai mengandung antioksidan tinggi. Melihat potensi itu, mereka menggagas budidaya lebah penghasil madu rambai, memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini terabaikan.
Gagasan ini mendapat sambutan positif dari warga. Dalam waktu singkat, masyarakat mulai tertarik mencoba, bahkan desa-desa lain turut melirik peluang serupa untuk meningkatkan ekonomi desa.
Dukungan penuh juga datang dari pihak rektorat. Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi mahasiswa tersebut. “Kami selalu mendukung penuh setiap prestasi mahasiswa. Semoga tim MangrovePreneurs terus mengharumkan nama ULM, Banua, dan Indonesia,” ujarnya.
Setelah melewati seleksi ketat, tim ini sukses menembus 8 besar dari 482 tim finalis. Perjuangan mereka di babak akhir akhirnya membuahkan gelar juara, sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi madu rambai ke berbagai daerah di Tanah Air.

