BerandaHabar BanjarbaruPanen Farm Field Day...

Panen Farm Field Day Dukung Program 100 Hari Kerja Wali Kota Banjarbaru dan Pengendalian Inflasi

Terbaru

Banjarbaru – Suasana lahan pertanian milik Gapoktan Maju Makmur, Jalan Handil Kyai, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, tampak semarak pada Kamis (28/8/2025).

Puluhan petani dan jajaran pemerintah menghadiri kegiatan Panen Farm Field Day Padi, yang digelar sebagai bagian dari Program 100 Hari Kerja Wali Kota Banjarbaru serta upaya menjaga stabilitas inflasi dalam mewujudkan Banjarbaru Emas.

Asisten I Wali Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menegaskan bahwa semua pihak harus ikut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian.

“Kota Banjarbaru luasnya sekitar 305 kilometer persegi, dan hanya ada 1.000 hektare yang ditetapkan sebagai lahan pertanian berkelanjutan. Jika lahan ini berubah fungsi, dampaknya fatal. Dengan 1.000 hektare saja, kita baru bisa memenuhi 20 persen kebutuhan pangan, sisanya 80 persen masih dibantu pemerintah pusat dan daerah tetangga,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan para petani agar tidak tergoda menjual lahan mereka.

“Siapa lagi yang akan menyediakan kebutuhan pangan kalau lahannya dijual? Maka semua harus menjaga, bukan hanya Dinas Pertanian, tapi juga PU, tata ruang, dan masyarakat,” tegasnya.

Ketua DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yajid Bustami, memaparkan kondisi pertanian Banjarbaru yang memiliki 8.000 hektare lahan pertanian, dengan sekitar 1.700 hektare berada di Kecamatan Cempaka.

“Dari jumlah itu, 1.000 hektare sudah ditetapkan sebagai lahan pangan berkelanjutan sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2023. Dengan luas itu, Banjarbaru baru bisa memenuhi 20 persen kebutuhan beras untuk penduduk 270 ribu jiwa. Karena itu, optimalisasi lahan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menyebut terdapat sekitar 300 kelompok tani dengan jumlah petani sekitar 6.000 orang, termasuk 200 petani muda yang kini aktif mendukung ketahanan pangan di Banjarbaru.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Makmur, Supian Ilmi, menyampaikan bahwa lahan pertanian di Kelurahan Bangkal sudah ditetapkan menjadi bagian dari lahan berkelanjutan.

“Di Bangkal ada 872 hektare yang tergabung dalam Gapoktan Maju Makmur. Dari total 1.000 hektare lahan berkelanjutan di Kecamatan Cempaka, 800 hektare ada di Bangkal dan 200 hektare di Palam. Kami juga banyak mendapat bantuan pupuk, bibit, dan lainnya dari dinas terkait,” katanya.

Dari tingkat provinsi, Kepala DPKP Kalimantan Selatan, H. Syamsir Rahman, menegaskan bahwa Kalsel masih surplus produksi gabah kering.

“Kebutuhan pangan 4,3 juta jiwa masyarakat Kalsel hanya 600 ribu ton, sementara produksi kita mencapai lebih dari 1 juta ton gabah kering. Jadi kita surplus sekitar 400 ribu ton. Inilah yang harus terus dijaga agar Kalsel tetap menjadi penyangga pangan nasional,” jelasnya.

Syamsir menyebut pemerintah provinsi memberikan bantuan sekitar Rp1,3 miliar dalam bentuk alat, benih, dan pupuk, serta program dari Kementerian Pertanian sebesar Rp1,3 triliun yang disalurkan ke 13 kabupaten/kota di Kalsel.

“Program optimalisasi lahan ini wajib selesai tahun ini, agar produksi tidak turun tetapi justru meningkat,” pungkasnya

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka