Samarinda – Imbas demo pada Senin (1/9/2025) di DPRD Kaltim masih menyisakan sejumlah kerusakan. Terutama pada pagar dan juga beberapa tembok yang dicoret oleh para massa pendemo saat itu.
Bahkan pagar depan dipenuhi coretan cat semprot, Gerbang besi penyok, tanaman hias tercerabut, hingga plang bertuliskan “DPRD Provinsi Kaltim” masih kotor plus coretan bernada kritik masih melekat. Hal itu tentu jadi penanda eskalasi aksi yang sempat memanas.
Suasana sepeti ini tampaknya bakal bertahan lama, tanpa kepastian kapan akan dibenahi. Bahkan ketidakadanya anggaran menjadi alasan dewan tidak memperbaikinya.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengakui, saat ini tidak ada pos anggaran khusus untuk memperbaiki kerusakan fasilitas gedung. Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang serba terbatas membuat DPRD harus memprioritaskan hal lain.
“Jangankan pagar, untuk perbaikan di dalam gedung saja susah. Kalau pagar itu kan baru rusak, kalau saya lihat sih kotor saja,” ucapnya.
Hamas sapaannya menegaskan, langkah paling realistis hanya sebatas pembersihan area yang rusak.
“Tidak mungkin ada perbaikan atau sebagainya. Paling dibersihkan saja, itu pasti akan dilakukan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan itu merupakan dampak langsung dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat. DPRD Kaltim, menurutnya, ikut terkena imbas pemangkasan anggaran yang membuat sejumlah agenda legislatif harus diatur ulang.
“Bahkan beberapa program prioritas DPRD Kaltim yang seharusnya dilaksanakan dua kali dalam satu bulan, sekarang terpaksa dikurangi. Semua kena pemangkasan, efisiensi,” pungkasnya. (rzl)

