BANJARBARU – Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menutup resmi rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Magang, dan KKN-Magang Rekognisi MBKM, Senin (8/9/2025). Penutupan dikemas dalam Expose MBKM di Auditorium ULM, menampilkan hasil kerja lapangan 322 mahasiswa dari enam program studi.
Mahasiswa ditempatkan di tiga lokasi utama, yakni Kabupaten Tapin (183 orang), Kabupaten Hulu Sungai Selatan (44 orang), serta 95 mahasiswa di perusahaan kelapa sawit mitra GAPKI. Selama lebih dari satu bulan, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan pengelolaan lahan, pengolahan limbah rumah tangga, hingga pendampingan masyarakat desa.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Dr. Iwan Aflanie, membuka acara sekaligus memberi apresiasi atas capaian mahasiswa. Menurutnya, kegiatan MBKM menjadi bukti nyata kiprah kampus dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi pemacu semangat untuk terus melahirkan program berdampak yang bermanfaat bagi Banua,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari para mitra industri. GAPKI menekankan pentingnya keberlanjutan sektor sawit melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, sementara PT Antang Gunung Meratus menyatakan kebanggaan dapat berkontribusi dalam program ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Ir. Syamsir Rahman, menilai program ini sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan.
Mewakili pimpinan fakultas, Dr. Dewi Erika Agriani menegaskan bahwa program MBKM bukan hanya ajang penerapan ilmu, melainkan juga proses pembentukan karakter. “Mahasiswa belajar empati, bekerja sama dengan masyarakat, dan kini hasilnya dipamerkan melalui 64 stand selama dua hari ke depan,” terangnya.
Expose MBKM kali ini menjadi penutup reflektif sekaligus selebratif, menegaskan peran Fakultas Pertanian ULM sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, praktik lapangan, dan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan.

