BerandaHabar KotabaruDesa Rampa Pemungkiman Padat...

Desa Rampa Pemungkiman Padat Penduduk di Terpa Banjir Rob Saat Hujan Lebat

Terbaru

KOTABARU – Banjir rob melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotabaru. Di Kecamatan Pulau Laut Utara,Kecamatan Pulau Laut Sigam.Banjir rob terjadi di kawasan Desa Rampa. Selain wilayah terendah, kawasan ini dekat pesisir laut, Sabtu (6/12/2025).

Fenomena banjir rob atau genangan air laut di wilayah pesisir kian terjadi akibat pasang laut yang tinggi  serta  curah hujan deras di kawasan Kabupaten Kotabaru 

Banjir rob serta curah hujan tinggi menggenangi wilayah RT.07 desa Rampa bahkan air pasang rob terpantau samapai  menuju jalan wisata Rampa Berkah.Beberapa titik lokasi mengalami banjir rob di antaranya permukiman warga RT 07 desa Rampa.
Di wilayah ini, air laut menggenangi badan jalan seting lutut anak-anak.

Air laut pasang dijadikan ajang anak-anak bermain sambil mandi. Namun orang tua mereka sambil mengawasi anak-anaknya yang berenang. Dan sebagian warga memilih berdiam di rumahnya masing-masing.

Salah seorang warga RT.07 desa Rampa Hadijah (50) mengatakan baru pertama kali selama ia tinggal di desa Rampa menemui pasang air laut yang tinggi sampai ke jalan hingga sampai lutut.

“Sudah 50 tahun tinggal di desa Rampa baru kali ini menemui pasang air laut yang tinggi seperti malam ini” ucap Hadijah

Bahkan, Hadijah menyampaikan, besok malam air laut pasang lebih tinggi. “Besok malam lebih tinggi lagi dari sekarang,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mengimbau warga untuk waspada saat hujan deras dan potensi banjir rob atau pasang air laut.

Menurut Kepala BPBD Kotabaru, Hendra indrayana, kondisi saat ini sudah mulai menunjukkan adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir serta pasang air laut (rob) di wilayah pesisir.

“Kondisi cuaca seperti itu perlu ada kewaspadaan, terutama pada daerah yang rawan seperti wilayah pesisir dan yang berpotensi rawan lainnya,” terang Hendra di Kotabaru

Penulis M.Nasaruddin

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka