MARTAPURA – Peringatan momen 5 Rajab atau Haul ke-21 yang dihadiri jutaan jemaah di Martapura, Kabupaten Banjar pada 28 Desember 2025, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi instansi terkait. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar memperkirakan volume sampah pasca-acara mencapai angka fantastis, yakni 1.800 hingga 2.000 ton per hari.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Ahmad Bayhaqie, mengungkapkan bahwa lonjakan volume sampah ini sebanding dengan antusiasme jemaah yang hadir.
”Melihat jumlah pengunjung atau jemaah yang datang diperkirakan mencapai 5 hingga 6 juta orang, volume sampah yang harus kami tangani sangat besar. Estimasinya mencapai 1.800 hingga 2.000 ton per hari,” ujar Bayhaqie saat ditemui di Kantor DPRKPLH, Martapura, Selasa (30/12/2025).
Untuk menangani situasi ini, DPRKPLH tidak bekerja sendirian. Bayhaqie menjelaskan bahwa tim kebersihan telah dibentuk sebelum pelaksanaan Haul dengan sistem komando satu induk yang membagi petugas ke dalam tujuh posko strategis.
Operasi pembersihan ini melibatkan total personel yang masif, terdiri dari 512 petugas dinas dan 1.669 tenaga bantuan, termasuk relawan dan non-relawan. Selain itu, dukungan armada dan personel juga datang dari wilayah tetangga, seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, dan Pelaihari.
”Untuk mendukung kegiatan ini, kami dibantu sekitar 170 unit mobil pikap dan 169 unit armada pengangkut lainnya,” tambahnya.
Meski armada dan personel telah dimaksimalkan, kendala di lapangan tetap tak terhindarkan. Kemacetan parah pada hari pertama pasca-Haul (H+1) sempat menghambat akses kendaraan pengangkut menuju titik-titik tumpukan sampah.
Menyiasati hal tersebut, waktu operasional disesuaikan dengan tingkat kemacetan di lapangan.
“Tim mulai bekerja sejak pukul 03.00 malam. Karena kemacetan sudah mulai berkurang, pergerakan armada jadi lebih leluasa,” jelas Bayhaqie.
Hingga pada hari selasa, progres penanganan sampah diklaim telah mencapai 80 persen. Sampah-sampah tersebut langsung diangkut menuju TPA Regional dan TPA lokal untuk mempercepat normalisasi lingkungan, dengan proses pemilahan daur ulang dilakukan secara terbatas di pusat karena prioritas kecepatan pengangkutan.
Upaya keras petugas kebersihan mendapat apresiasi dari masyarakat, meskipun harapan agar pembersihan tuntas total tetap disuarakan. Riandi, seorang pejalan kaki di kawasan Sekumpul, mengakui kondisi jalanan sudah jauh lebih baik dibanding sehari sebelumnya.
”Bisa dilihat sendiri masih ada titik-titik, terutama pojokan dimana sampah sehabis haul yang lalu masih menumpuk. Tapi dibandingkan hari-hari kemarin, jauh lebih bersih,” ujar Riandi.
Ia berharap petugas terus bekerja hingga sisa sampah benar-benar hilang.
“Kalo dibilang apakah petugasnya sudah melakukan kerja bagus, saya bilang lumayan sejauh ini. Tapi tetap dilanjutkan sampai sampah bekas pasca-haul harus dibersihkan secara totalitas. Jangan menumpuk dan bikin jelek jalanan,” pungkasnya.

