Banjir Perparah Akses ke SMKN 1 Tapin Selatan, PUPR Prioritaskan Perbaikan Jembatan
HABARKALIMANTAN – RANTAU – Banjir yang melanda wilayah Tapin Selatan kian memperparah kerusakan akses jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan tapatnya di jalan Sragen, Desa Sawang, Kabupaten Tapin.
Selain badan jalan yang berlumpur dan tergenang, satu jembatan di jalur tersebut juga tertutup lumpur sehingga menghambat mobilitas warga dan aktivitas belajar siswa.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tapin. Bupati Tapin H Yamani bersama jajaran terkait turun langsung ke lokasi untuk melihat dampak banjir sekaligus kondisi infrastruktur yang terdampak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tapin, Yustan Azidin, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan jembatan menjadi titik krusial yang perlu segera ditangani.
“Tadi kita lihat kondisinya banjir, dan ada salah satu jembatan yang memang perlu penanganan karena tertutup lumpur,” ujar Yustan.
Menurutnya, perbaikan jembatan akan menjadi prioritas utama sebelum penanganan badan jalan. Pasalnya, keberadaan jembatan sangat menentukan kelancaran akses masyarakat, termasuk para pelajar.
“Maka yang akan kita prioritaskan terlebih dahulu itu jembatan. Jembatan dan segmen kedua yang menuju ke sekolah,” jelasnya.
Yustan menyebutkan, panjang jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan yang terdampak banjir dan kerusakan mencapai sekitar tiga kilometer. Namun, penanganan teknis akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan pascabanjir.
“Kalau jalannya kurang lebih sekitar tiga kiloan. Tapi kita tetap melihat kondisi terakhir seperti apa,” katanya.
Awalnya, perbaikan jalan tersebut direncanakan menggunakan aspal hotmix. Namun, akibat banjir yang terus terjadi, pihaknya membuka kemungkinan perubahan spesifikasi teknis agar lebih sesuai dengan kondisi wilayah yang rawan genangan.
“Memang rencananya aspal hotmix, tapi setelah melihat kondisi banjir ini, kemungkinan data teknis akan berubah, menyesuaikan dengan keadaan,” ungkap Yustan.
Ia juga menegaskan bahwa perbaikan jalan secara menyeluruh belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini adalah memastikan akses dasar bisa kembali digunakan oleh masyarakat.
“Untuk tahun ini belum memungkinkan perbaikan jalan secara keseluruhan. Yang kita prioritaskan pertama jembatan dulu, karena dengan adanya jembatan masyarakat tetap bisa lalu-lalang, walaupun masih ada beberapa titik yang tergenang,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap, penanganan bertahap ini dapat memulihkan akses pendidikan dan aktivitas warga, sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

