BerandaHabar BanjarStatus Tanggap Darurat Dicabut,...

Status Tanggap Darurat Dicabut, Pemkab Banjar Fokus Data Kerugian Material di Masa Transisi

Terbaru

Status Tanggap Darurat Dicabut, Pemkab Banjar Fokus Data Kerugian Material di Masa Transisi

HABARKALIMANTANMARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar resmi mencabut status Tanggap Darurat bencana banjir dan kini beralih memasuki masa transisi pemulihan. Keputusan ini diambil seiring dengan mulai surutnya debit air di sejumlah wilayah dan berkurangnya jumlah warga yang mengungsi secara signifikan.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, menjelaskan bahwa arahan dari Kepala Daerah saat ini berfokus pada penanganan pasca banjir, khususnya pendataan kerugian material yang dialami masyarakat dan infrastruktur daerah.

​”Status tanggap darurat sudah dicabut dan masuk ke tahap transisi. Arahan kepala daerah, kita harus segera menindaklanjuti pendataan kerugian-kerugian material,” ujar H. Yudi Andrea, Senin (19/1/2026).

​Yudi menegaskan bahwa data kerugian tersebut sangat krusial sebagai landasan kebijakan pemerintah daerah ke depannya.

“Ini jadi bahan kita nanti dalam memberikan kebijakan terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir,” tambahnya.

​Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar per 18 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, banjir yang melanda 8 kecamatan dan 77 desa/kelurahan ini berdampak pada 32.800 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 95.401 jiwa. Sebanyak 25.412 rumah terdampak dan 4.530 di antaranya terendam.

​Meski angka warga terdampak masih tinggi, jumlah pengungsi telah mengalami penurunan drastis. Data terbaru mencatat tersisa 560 jiwa yang masih bertahan di pengungsian.

​”Warga yang terdampak mulai berkurang. Terlihat dari data, pengungsian sudah di bawah seribu, jadi sudah turun drastis,” jelas Yudi.

​Meskipun banjir mulai surut, Pemkab Banjar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih diwarnai hujan. Bantuan kemanusiaan juga terus disalurkan ke kantong-kantong wilayah yang masih tergenang.

​”Kita tetap memberikan bantuan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Ada beberapa tempat yang masih terendam di delapan kecamatan, seperti Sungai Tabuk, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul, Cintapuri, dan sekitarnya,” tutupnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka