Mahasiswa ULM Dampingi KWT Citra Lestari Kembangkan Sayur Organik Berbasis Pekarangan
Banjarbaru — Keahlian dan kepedulian mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam bidang pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui kegiatan pendampingan masyarakat dalam Program Bina Desa ULM. Sejumlah mahasiswa lintas program studi mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Lestari di Kompleks Citra Persada Asri, Banjarbaru, dalam praktik budidaya sayur organik berbasis pekarangan, Minggu (4/1/2025).
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Program Studi Agroekoteknologi, Agronomi, Sosial Ekonomi Perikanan, dan Kehutanan ULM. Mereka berbagi pengetahuan dan keterampilan pertanian rumah tangga dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter wilayah perkotaan, yakni keterbatasan lahan serta kebutuhan akan metode budidaya yang praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Melalui pemanfaatan polybag dan limbah dapur, mahasiswa ULM mengajarkan anggota KWT mengolah bahan sederhana menjadi sarana produksi pertanian. Cangkang telur dihaluskan sebagai campuran media tanam, sisa buah dan sayur difermentasi menjadi eco-enzyme, sementara kulit bawang merah dan putih diperkenalkan sebagai pestisida nabati yang aman bagi lingkungan dan kesehatan.
Ketua Tim Bina Desa ULM, Nazla, menjelaskan bahwa KWT Citra Lestari dipilih karena keaktifannya serta kondisi lingkungan permukiman yang mendukung pengembangan pertanian skala rumah tangga.
“Polybag menjadi solusi karena lahan warga terbatas. Limbah rumah tangga juga kami dorong untuk dimanfaatkan kembali agar bernilai guna sebagai pupuk maupun pengendali hama,” jelasnya.
Pendampingan teknis turut melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kota Banjarbaru, yang memberikan arahan terkait teknik budidaya serta penggunaan bahan organik yang tepat dan aman bagi tanaman. Sinergi ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kualitas pendampingan kepada masyarakat.
Dosen pendamping kegiatan, Ria Anita Pertiwi, menilai pertanian organik perkotaan sangat relevan diterapkan di Banjarbaru yang lahan hijau rumah tangganya semakin terbatas.
“Metode ini relatif murah, perawatannya sederhana, dan bisa diterapkan dalam jangka panjang. Mahasiswa belajar langsung menerapkan ilmunya, sementara warga memperoleh solusi praktis untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif anggota KWT dalam setiap tahapan praktik. Ketua KWT Citra Lestari, Norfahmi, menyebut kegiatan ini menambah wawasan anggota dan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran konsumsi keluarga.
Ke depan, tim mahasiswa Bina Desa ULM akan melakukan monitoring dan pendampingan lanjutan, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi wahana bagi mahasiswa ULM untuk mengasah minat, bakat, dan keahlian aplikatif di bidang pertanian berkelanjutan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

