BerandaHabar BanjarPasca-Banjir Surut, Disdik Banjar...

Pasca-Banjir Surut, Disdik Banjar Verifikasi Kerusakan 117 Sekolah: Mayoritas Rusak Ringan, Kegiatan Berlajar Kembali Normal

Terbaru

Pasca-Banjir Surut, Disdik Banjar Verifikasi Kerusakan 117 Sekolah: Mayoritas Rusak Ringan, Kegiatan Berlajar Kembali Normal

HABARKALIMANTANMARTAPURA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar bergerak cepat melakukan pemulihan pasca-banjir yang melanda wilayah tersebut awal tahun ini. Setelah air berangsur surut, Disdik kini fokus pada pendataan ulang (verifikasi) terhadap ratusan sekolah yang terdampak guna memastikan kelayakan infrastruktur dan keamanan siswa.

​Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah, mengungkapkan bahwa berdasarkan tarikan data daring (online), tercatat sebanyak 117 sekolah melaporkan terdampak banjir per hari Jumat (23/1/2026). Pihak dinas melakukan desk verifikasi dengan memanggil pihak sekolah untuk menyerahkan detail kerusakan.

​”Tim kami langsung melakukan verifikasi desk untuk melihat kondisi kerusakannya seperti apa. Dari situ nanti akan terlihat kategorinya: apakah rusak ringan, sedang, atau berat, serta berapa estimasi kebutuhan biayanya,” ujar Mahriansyah di kantornya, Jumat (23/1/2026).

​Mahriansyah menjelaskan, meski angka pasti belum disimpulkan, laporan sementara menunjukkan mayoritas kerusakan tergolong ringan. Hal ini dikarenakan sebagian besar bangunan sekolah di Kabupaten Banjar sudah berkonstruksi semi-permanen yang relatif lebih tahan air.

​”Yang kita sasar atau khawatirkan itu bangunan yang mungkin masih berbahan kayu. Nanti akan kita hitung apakah masuk kategori sedang atau berat,” tambahnya.

​Selain bangunan fisik, pendataan juga mencakup fasilitas mebeleur seperti meja dan kursi. Disdik menargetkan proses pendataan ini rampung dalam satu minggu ke depan untuk mengetahui berapa aset yang hancur total dan berapa yang masih layak pakai.

​Prioritas utama dari verifikasi ini adalah keamanan siswa. Mahriansyah menegaskan, jika struktur bangunan dinilai membahayakan siswa, perbaikan akan menjadi prioritas utama.

​”Fokus utamanya adalah keamanan siswa. Kami harus melihat dampaknya: jika tidak segera diperbaiki, apakah strukturnya berbahaya bagi siswa atau tidak?” tegasnya.

​Terkait anggaran perbaikan, Disdik berencana mengajukan usulan kepada Kementerian atau memanfaatkan sumber dana lain yang tersedia, termasuk kemungkinan melalui APBD Perubahan.

​Kabar baiknya, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasca-banjir telah kembali normal. Mahriansyah memastikan bahwa metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kini hanya bersifat kondisional.

​”Kegiatan belajar mengajar sudah kembali normal tatap muka. Jika kondisi sudah memungkinkan, ya kembali normal,” pungkasnya.

​Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, pada awal Januari (6/1/2026) telah menyatakan bahwa hasil pendataan ini akan menjadi dasar pengusulan revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan.

​Namun, Liana menyoroti bahwa banjir di Kabupaten Banjar adalah masalah berulang yang memerlukan solusi komprehensif, bukan sekadar meninggikan bangunan sekolah.

​”Kalau hanya sekolah, mungkin bisa ditinggikan lantai atau halamannya. Tapi karena banjir ini bersifat luas dan berulang, pembenahan lingkungan secara menyeluruh juga sangat diperlukan,” tutur Liana.

​Dengan rampungnya verifikasi data ini, diharapkan percepatan perbaikan sarana pendidikan dapat segera terlaksana demi kenyamanan proses belajar mengajar di Kabupaten Banjar.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka