BerandaNasionalPerkuat Mesin Daerah, Kaesang...

Perkuat Mesin Daerah, Kaesang Pangarep Perkenalkan ‘Wajah Baru’ PSI dan Evaluasi Total Pilkada Langsung

Terbaru

Perkuat Mesin Daerah, Kaesang Pangarep Perkenalkan ‘Wajah Baru’ PSI dan Evaluasi Total Pilkada Langsung

HABARKALIMANTANJAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara resmi mengumumkan gelombang baru penguatan struktur partai di tingkat daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju konsolidasi politik 2029, sekaligus merespons dinamika wacana perubahan sistem pemilu yang sedang menghangat di tingkat nasional.

Kaesang memperkenalkan sederet tokoh muda yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, mulai dari aktivis lingkungan, praktisi hukum, hingga pengusaha muda daerah untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di beberapa wilayah kunci.

“PSI ingin memastikan bahwa mesin partai di daerah tidak hanya berisi politisi, tapi juga eksekutor yang paham masalah lokal. Tokoh-tokoh baru ini adalah energi segar yang akan membawa DNA PSI—transparansi dan kerja nyata—langsung ke tingkat akar rumput,” ujar Kaesang dalam acara Kopdarwil di Jakarta (29/1).

Menurutnya, penguatan ini penting agar kebijakan pusat dapat terakselerasi dengan baik di daerah, terutama dalam mengawal isu-isu kerakyatan.

Selain penguatan internal, Kaesang juga membawa isu krusial terkait sistem demokrasi Indonesia. Ia secara terbuka menyatakan bahwa PSI tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap efektivitas sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung.

Kaesang menilai, meski Pilkada langsung memberikan ruang bagi rakyat untuk memilih, sistem ini juga menyisakan beban biaya politik yang sangat tinggi dan potensi polarisasi yang tajam di masyarakat.

“Kita harus jujur melakukan evaluasi. Apakah sistem pemilihan langsung saat ini benar-benar menghasilkan pemimpin terbaik, atau justru membebani calon-calon potensial dengan biaya logistik yang luar biasa besar? PSI sedang mengkaji formula alternatif yang tetap demokratis namun lebih efisien dan minim gesekan,” jelas putra bungsu Presiden ke-7 RI tersebut.

Langkah PSI ini dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai upaya partai untuk tetap relevan di tengah wacana perubahan RUU Pilkada yang belakangan sedang dibahas di DPR. Dengan memperkenalkan tokoh baru, PSI mencoba membangun citra sebagai partai yang adaptif namun tetap kritis terhadap sistem demokrasi nasional.

Strategi ini diprediksi akan memperkuat posisi tawar PSI dalam koalisi besar, terutama dalam menentukan arah kebijakan politik nasional setahun ke depan.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka