LMMC ULM Raih Penghargaan Integritas BPJS, Satu-satunya PTN dari 1.500 FKTP
Habarkalimantan – Banjarmasin – Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelayanan kesehatan.
Klinik milik Universitas Lambung Mangkurat tersebut menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang meraih penghargaan integritas dari BPJS Kesehatan, di antara sekitar 1.500 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Penghargaan tersebut diserahkan pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WITA di Klinik LMMC ULM, Banjarmasin dan diberikan langsung oleh Direktur Teknologi BPJS Kesehatan Pusat, meliputi Integritas P-Care, Integritas Antrean Online, serta Implementasi I-Care.
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan LMMC ULM dalam mengimplementasikan layanan kesehatan berbasis digital secara optimal.
Rektor ULM, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diraih LMMC. Menurutnya, prestasi ini merupakan pencapaian yang patut dibanggakan bagi institusi pendidikan tinggi.
“Penghargaan dari Direktur Teknologi BPJS Kesehatan Pusat ini merupakan prestasi yang membanggakan. Namun demikian, kami berharap kualitas pelayanan kesehatan di LMMC terus ditingkatkan, baik bagi civitas akademika ULM maupun masyarakat umum,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).
Rektor menekankan, kunci keberhasilan LMMC terletak pada komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta fasilitas pelayanan kesehatan yang semakin lengkap menjadi keunggulan utama klinik tersebut.
Sementara itu, Kepala Klinik LMMC ULM, Prof. Dr. Eko Suhartono, mengatakan penghargaan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan layanan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat.
“Harapannya layanan LMMC ke depan semakin cepat, mudah, dan nyaman bagi pasien,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, proses menuju penghargaan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama saat sistem pelayanan masih dilakukan secara manual. Banyaknya antrean pasien dan pencatatan rekam medis konvensional menjadi kendala utama pada awal operasional.
“Sesuai arahan BPJS dan komitmen pimpinan ULM, kami kemudian beralih ke rekam medis elektronik. Transformasi digital inilah yang menjadi salah satu kunci peningkatan layanan,” jelas Prof. Eko.
Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa LMMC ULM mampu beradaptasi dengan transformasi digital di sektor kesehatan.
“Ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan ke depannya,” tuturnya.
Dengan penghargaan ini, LMMC ULM semakin menegaskan posisinya sebagai fasilitas layanan kesehatan perguruan tinggi yang berintegritas, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada pelayanan prima.

