BerandaHabar BanjarDinkes Banjar Ungkap Alasan...

Dinkes Banjar Ungkap Alasan Molornya Proyek RS Gambut: Terganjal Banjir, Target Rampung Maret 2026

Terbaru

Dinkes Banjar Ungkap Alasan Molornya Proyek RS Gambut: Terganjal Banjir, Target Rampung Maret 2026

HABARKALIMANTANMARTAPURA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar akhirnya buka suara terkait keterlambatan progres pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di kawasan Gambut. Proyek yang saat ini masih dalam tahap pematangan lahan tersebut dikonfirmasi mengalami kendala akibat faktor alam.

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, menegaskan bahwa molornya pengerjaan bukan karena kelalaian, melainkan kondisi banjir yang melanda lokasi proyek.

​Menurut Noripansyah, hambatan utama muncul ketika intensitas hujan meningkat drastis pada akhir tahun 2025, tepat saat proyek sedang berjalan.

​”Pekerjaan tahap pertama berupa pematangan lahan mulai dilaksanakan sekitar Agustus 2025. Namun, pelaksanaan proyek tersebut bertepatan dengan masuknya musim hujan yang berdampak signifikan terhadap kondisi lapangan. Memasuki Desember 2025, curah hujan meningkat dan menyebabkan banjir di area pembangunan maupun akses menuju lokasi. Kondisi ini masuk kategori kahar atau force majeure,” ujar Noripansyah melalui sambungan telepon (1/2/2026).

​Akibat banjir tersebut, pekerjaan tidak dapat dipacu secara maksimal, sehingga melewati tenggat waktu kontrak awal yang seharusnya berakhir pada 25 Desember 2025.

​Noripansyah menjelaskan bahwa addendum kontrak sempat diberlakukan, namun terpaksa dihentikan sementara pada 29 Desember 2025 menyusul penetapan status tanggap darurat banjir oleh Bupati Banjar.

​”Masa tanggap darurat banjir berlangsung hingga 21 Januari 2026. Setelah status tersebut dicabut, kami langsung kembali menyurati pihak pelaksana untuk melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.

​Sebagai solusi, Dinkes Banjar memberikan kompensasi perpanjangan waktu (addendum) selama 50 hari kerja sesuai regulasi yang berlaku. Berdasarkan perhitungan kalender kerja, tahap pertama ini ditargetkan rampung sekitar Maret 2026.

​Menanggapi isu miring yang menyebutkan tidak adanya aktivitas di lokasi dan dugaan kontraktor meninggalkan pekerjaan, Noripansyah memberikan bantahan tegas. Ia mengacu pada data laporan pengawasan resmi.

​”Begini, berdasarkan laporan pengawas lapangan, progres pekerjaan pematangan lahan sudah hampir 80 persen. Pekerjaan ini tidak hanya pengurukan, tetapi juga penguatan lahan di beberapa titik menggunakan kayu galam,” tegasnya.

​Pihaknya memastikan kontraktor tetap berkomitmen menyelesaikan tanggung jawabnya. Selain itu, proyek ini juga didampingi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar untuk aspek hukum dan teknis.

​”Kalau terkait persoalan teknis kontraktor, itu bisa ditanyakan langsung ke pihak kejaksaan,” urainya.

​Pembangunan RS Tipe D Gambut sendiri dirancang dalam lima tahapan besar. Tahap pertama yang sedang berjalan menelan anggaran sekitar Rp10 miliar khusus untuk pematangan lahan.

​Noripansyah memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, Dinkes Banjar telah merencanakan kelanjutan pembangunan gedung utama dengan nilai anggaran sekitar Rp. 45 miliar dengan skema tahun jamak (multiyears).

​Tahap-tahap selanjutnya akan menyusul dengan kebutuhan dana yang cukup besar hingga rumah sakit tersebut siap beroperasi penuh.

​”Secara keseluruhan, total anggaran pembangunan RS Tipe D Gambut diperkirakan lebih dari Rp100 miliar,” pungkasnya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka