Sungai Kuranji Meluap, Ratusan KK di Cempaka Terdampak Genangan
Habarkalimantan – Banjarbaru — Hujan deras sejak dini hari, Rabu (04/02/2026), menyebabkan Sungai Kuranji meluap dan menggenangi sejumlah titik di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ketinggian air di beberapa RT dilaporkan berkisar 20–50 sentimeter.
Camat Cempaka, Hendrawan Maulana, menyebut dampak paling terasa berada di Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Sungai Tiung. Di Kelurahan Cempaka, genangan terpantau di Jalan Mistar Cokrokusumo sepanjang kurang lebih 150 meter, meski kendaraan masih dapat melintas dengan hati-hati.
“Beberapa kawasan permukiman seperti Kertak Baru terdampak genangan. Namun menjelang siang, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut,” ujarnya.
Di Kelurahan Sungai Tiung, luapan air kembali merendam ruas Jalan Mistar Cokrokusumo sepanjang sekitar 100 meter. Meski demikian, situasi di lapangan terpantau kondusif.
Menurut Hendrawan, ratusan kepala keluarga terdampak, tetapi tidak ada laporan warga mengungsi maupun korban jiwa. Warga memilih bertahan di rumah sambil memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.
“Sebagian besar warga hanya mengamankan perabot dan menunggu air surut. Tidak ada yang mengungsi,” katanya.
Pantauan sore hari menunjukkan genangan terus menurun seiring hujan yang mereda menjadi gerimis. Aparat setempat masih melakukan patroli rutin untuk memastikan kondisi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
Sementara itu, salah seorang warga Cempaka, Andi, menceritakan genangan mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 08.00 Wita dan mencapai puncak sekitar tengah hari.
“Kalau mulai banjirnya dari pagi sekitar jam delapan sudah masuk. Puncaknya sekitar jam 12, dan jam dua siang baru mulai surut,” ujarnya.
Ia memperkirakan genangan di beberapa lokasi selain jalan utama sempat mencapai lebih dari setengah meter. Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas dengan bantuan warga yang mengatur arus lalu lintas.
“Kendaraan masih bisa lewat, cuma warga bantu arahkan. Banjir kali ini masih dibilang kecil, sekitar 50 sentimeter dibanding yang dulu-dulu. Masih terkendali,” katanya.
Ia berharap ke depan ada upaya penanggulangan yang lebih baik agar genangan serupa dapat diminimalkan.
“Harapannya semoga bisa ditanggulangi, entah bagaimana caranya, supaya tidak sering begini,” tutupnya.

