BerandaPendidikanHI FISIP Unmul Gelar...

HI FISIP Unmul Gelar Seminar Internasional Bahas Transisi Energi dan Peluang Green Jobs

Terbaru

Samarinda — Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar seminar internasional pada Senin (26/01/2026) di Ruang Serbaguna FISIP Unmul. Seminar yang berlangsung interaktif ini mengangkat tema “Just Energy and Green Jobs Opportunity for Young Generation in East Kalimantan”.

Seminar dihadiri oleh mahasiswa Hubungan Internasional dari berbagai kampus. Turut hadir perwakilan Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU Kaltim), serta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Seminar bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai transisi energi dan peluang pekerjaan hijau (green jobb) yang semakin relevan di tengah menurunnya ketergantungan pada energi fosil.

Dosen HI FISIP Unmul, Rendy Wirawan, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan upaya akademik untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan lanskap energi dan dunia kerja.

“Ini sebenarnya seminar yang ingin memberikan wawasan atau hazanah kepada teman-teman mahasiswa tentang apa itu green jobs dan gimana sih mahasiswa itu mempersiapkan diri mereka untuk green jobs ini. Karena suka-tidak suka, mau-tidak mau, nanti lama-lama energi fosil itu akan berkurang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa berkurangnya energi fosil, termasuk batu bara yang selama ini menjadi tumpuan Kalimantan Timur (Kaltim), akan membuka peluang besar di sektor energi hijau.

“Kita pindah ke green energy. Maka, opportunity pekerjaan itu akan lebih terbuka lebar di green energy tadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky E. Hindarto, menyoroti tantangan utama dalam pengembangan green jobs yang justru datang dari individu itu sendiri.

“Tantangan untuk green jobs itu banyak. Tapi terutama adalah dari pribadi masing-masing adalah ketidakmauan untuk berubah, ketidakmauan untuk mencoba yang baru, dan kemudian ketidakmauan untuk berinovasi,” papar Dicky.

Menurutnya, pekerjaan hijau bukanlah sektor yang instan, melainkan membutuhkan kreativitas dan ketekunan tinggi.

“Banyak pekerjaan green job yang justru punya kreativitas. Mulai dari pekerjaan di NGO, pekerjaan sendiri, kemudian ikut dengan perusahaan-perusahaan yang hijau.”

Dalam perspektif internasional, Direktur dan koordinator Climate Action Network Southeast Asia (CANSEA), Nithi Nesadurai, menilai transisi energi dan peluang green jobs sangat krusial bagi generasi muda di Kaltim.

“It is very important, because there are many economic opportunities in East Kalimantan. These opportunities exist across renewable energy, green buildings, and agricultural companies,” papar Nithi Nesadurai. (Terjemahan: Hal ini sangat penting, karena terdapat banyak peluang ekonomi di Kalimantan Timur. Peluang tersebut mencakup sektor energi terbarukan, bangunan hijau, hingga perusahaan pertanian).

Melalui seminar ini, penyelenggara berharap mahasiswa tidak hanya memahami urgensi transisi energi. Tidak hanya itu, mahasiswa harus mampu mempersiapkan diri sebagai generasi yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Kaltim.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka