BerandaHabar BanjarPemkab Banjar Resmi Terima...

Pemkab Banjar Resmi Terima Estafet Program Keluarga SIGAP, Komitmen Anggarkan untuk Keberlanjutan

Terbaru

Pemkab Banjar Resmi Terima Estafet Program Keluarga SIGAP, Komitmen Anggarkan untuk Keberlanjutan

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar secara resmi menerima serah terima Program Keluarga SIGAP (Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) dalam acara Diseminasi dan Serah Terima yang digelar di Grand Qin Hotel, Banjarbaru, Selasa (10/02/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menandai tuntasnya pendampingan intensif program tersebut dan beralihnya tongkat estafet pengelolaan kepada pemerintah daerah.

​Mewakili Bupati Banjar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Ikhwansyah, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan praktik baik yang telah ditanamkan program ini sejak tahun 2023.

​”Alhamdulillah, hari ini kami telah melakukan serah terima. Kami melihat hasilnya memberikan dampak yang signifikan dan luar biasa, terutama perubahan perilaku masyarakat yang cukup dominan. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk melanjutkan kembali hal-hal positif ini,” ujar Ikhwansyah.

​Ia menambahkan, untuk jangka pendek, jajaran kesehatan diminta terus melakukan upaya preventif luar gedung. Sementara untuk jangka panjang, Pemkab berencana kembali menganggarkan program SIGAP agar keberlanjutannya terjamin di masa depan.

​Program Keluarga SIGAP berfokus pada tiga perilaku utama bagi keluarga dengan anak usia 0–24 bulan: imunisasi rutin lengkap, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta pemberian makanan bergizi. Capaian program ini terbilang impresif, di mana cakupan imunisasi pneumonia naik dari 32% menjadi hampir 58%, serta kepatuhan cuci tangan meningkat 6,4% dengan keterlibatan ayah naik 13%.

​Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Banjar, dr. Widya Wiri Utami, menyambut baik serah terima ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bappedalitbang dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk strategi keberlanjutan.

​”Harapan kami program ini tetap berlanjut di tahun 2026. Mengingat dari 20 kecamatan, masih ada empat yang belum tersentuh, yaitu Paramasan, Telaga Bauntung, Cintapuri Darussalam, dan Gambut. Sebanyak 25 desa juga sudah berkomitmen melanjutkan program ini menggunakan Dana Desa,” jelas dr. Widya.

​Meski demikian, dr. Widya mengakui adanya tantangan, yakni keterbatasan jumlah kader terlatih. Dari 5.000 kader yang ada, baru sebagian kecil yang mendapatkan pelatihan kompetensi ala SIGAP, sehingga penganggaran pelatihan menjadi krusial ke depannya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka