BerandaHabar BanjarAturan Baru Disdik Banjar...

Aturan Baru Disdik Banjar Selama Ramadan: Siswa PJJ, Guru Terapkan WFA, dan Wajib Pesantren Kilat

Terbaru

Aturan Baru Disdik Banjar Selama Ramadan: Siswa PJJ, Guru Terapkan WFA, dan Wajib Pesantren Kilat

MARTAPURA – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar secara resmi merilis panduan baru terkait kegiatan belajar mengajar. Aturan ini akan diterapkan secara menyeluruh pada jenjang PAUD, SD, SMP, dan program pendidikan kesetaraan di lingkungan Kabupaten Banjar.

​Berdasarkan arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, para peserta didik akan diarahkan untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar secara mandiri mulai tanggal 18 Februari hingga 14 Maret 2026. Pembelajaran ini dapat dilakukan dari rumah, tempat ibadah, atau fasilitas warga sekitar sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh masing-masing sekolah.

​“Pada masa tersebut guru dan tenaga kependidikan menjalankan Work From Anywhere (WFA), namun sekolah tetap membuka layanan administrasi melalui sistem piket dengan minimal 25 persen kehadiran,” ujarnya.

​Meskipun sistem WFA diberlakukan bagi pengajar, layanan administrasi operasional di sekolah dipastikan akan tetap buka pada pukul 08.00 hingga 13.00 Wita. Hal ini bertujuan agar urusan administrasi wali murid dan siswa tidak terbengkalai.

​Selain memberlakukan sistem PJJ, Disdik juga menginstruksikan tingkat SD dan SMP untuk mengadakan Pesantren Ramadan secara tatap muka sekurang-kurangnya selama tiga hari. Program ini dirancang untuk mendalami kajian keagamaan, tadarus Al-Qur’an, serta ibadah berjamaah. Khusus bagi siswa nonmuslim, pihak sekolah diminta untuk memfasilitasi bimbingan kerohanian yang sesuai dengan keyakinan mereka.

​Lebih lanjut, Liana menekankan bahwa tugas selama masa belajar mandiri harus bersifat ringan, tidak membebani, dan sebisa mungkin menghindari ketergantungan pada gawai atau biaya tambahan.

​“Fokusnya lebih pada penguatan karakter, aktivitas bersama keluarga, serta pembiasaan positif selama Ramadan,” katanya.

​Terkait libur hari raya, Disdik Banjar telah menjadwalkan masa libur Idulfitri pada rentang waktu 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026. Pembelajaran tatap muka akan kembali berjalan seperti biasa pada tanggal 30 Maret 2026.

​Disdik juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam memantau kegiatan anak di rumah, termasuk menjaga durasi penggunaan gawai dan memotivasi mereka dalam kegiatan ibadah maupun literasi. Di sisi lain, agenda persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan tetap dilangsungkan melalui simulasi dan gladi bersih sejak akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026.

​“Kami berharap seluruh satuan pendidikan dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi Ramadan tanpa mengurangi kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat pembinaan karakter siswa,” ujarnya.

​Kebijakan ini langsung direspons positif oleh satuan pendidikan setempat. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Martapura Barat yang menyatakan kesiapan mereka dalam menerapkan panduan dari Disdik, termasuk agenda pesantren kilat.

​”Pada sekolah kami juga tetap menghadirkan kegiatan tatap muka melalui Pesantren Ramadan pada 2–4 Maret 2026. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan karakter, pembinaan keagamaan, serta pembiasaan ibadah di kalangan siswa,” kata Kepala SMPN 2 Martapura Barat, Neneng Puput Sari Ramadan.

​Ia memaparkan bahwa dengan diterapkannya PJJ dari 18 Februari hingga 14 Maret 2026, siswa bisa lebih leluasa dan nyaman dalam berpuasa, tanpa harus mengorbankan kewajiban akademik mereka karena guru tetap akan memantau melalui tugas yang terukur.

​“Kami ingin momentum Ramadan tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter siswa. Pesantren Ramadan menjadi sarana untuk itu,” jelasnya.

​Neneng juga menambahkan bahwa akan ada agenda tambahan khusus bagi kelas IX berupa gladi bersih TKA guna mempersiapkan evaluasi tahap akhir. Pihaknya mengimbau agar komunikasi antara guru dan orang tua di grup kelas dapat terus ditingkatkan selama masa PJJ berlangsung.

​“Kami berharap dukungan orang tua sangat membantu, sehingga kegiatan belajar selama Ramadan tetap berjalan optimal,” katanya.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka