Pemko Banjarbaru Gelar Pasar Murah Bersubsidi, Kendalikan Inflasi Ramadan
Banjarbaru — Pemerintah Kota Banjarbaru resmi membuka Pasar Murah Bersubsidi dalam rangka pengendalian inflasi pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan ini dimulai pada Kamis (19/02/2026) dan dilaksanakan bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 H, serta akan berlangsung hingga 23–26 Februari 2026 di lima kecamatan se-Kota Banjarbaru.
Pembukaan perdana digelar di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan subsidi sebesar Rp5.000 untuk empat komoditas bahan pokok, yakni beras, minyak goreng, gula, dan telur.
Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadan sekaligus menjaga stabilitas harga.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Hari ini kita bersama-sama meresmikan pasar murah bersubsidi di halaman Kantor Disperindag, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Pasar Wadai Ramadan 2026,” ujarnya.
Selain subsidi dari pemerintah, Wali Kota juga secara pribadi membagikan ratusan paket bawang merah dan bawang putih secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
“Alhamdulillah, saya menyiapkan ratusan bungkus bawang merah dan bawang putih untuk dibagikan gratis kepada masyarakat pengunjung pasar murah hari ini,” katanya.
Ia mengungkapkan antusiasme warga cukup tinggi. Bahkan, masyarakat telah memadati lokasi sejak dua hingga dua setengah jam sebelum kegiatan dimulai.
“Karena masyarakat sudah menunggu cukup lama dan ingin segera berbelanja untuk persiapan berbuka puasa, maka kegiatan langsung dibuka tanpa seremonial panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarbaru, Muriani, mengatakan pelaksanaan hari pertama ini menjadi awal rangkaian pasar murah di empat kecamatan lainnya.
“Hari ini hari pertama, selanjutnya mulai Senin hingga Kamis akan dilaksanakan di kecamatan lain. Total ada lima kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap titik pelaksanaan menyediakan sekitar 500 hingga 600 paket komoditas bersubsidi. Untuk dapat membeli, warga diwajibkan menunjukkan KTP sesuai kecamatan tempat pasar murah digelar.
“Subsidi ini khusus untuk warga Kota Banjarbaru. Tidak bisa menggunakan KTP lintas kecamatan, karena pembagiannya per wilayah,” tegasnya.
Salah satu warga Banjarbaru, Rahmawati, asal Mentaos, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia membeli gula, telur, dan beras untuk kebutuhan rumah tangganya.
“Tadi saya beli gula, telur, beras. Dapat juga gratis bawang. Harganya menurut saya bagus, murah,” katanya.
Ia juga menilai kebutuhan yang dibeli cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama Ramadan.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

