Ramadan Tiba, Program MBG di Kabupaten Banjar Jalan Terus dengan Sistem Rapel dan Menu Kering
MARTAPURA – Datangnya bulan suci Ramadan tidak menyurutkan jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar di Kabupaten Banjar. Meski siswa-siswi sedang menjalankan ibadah puasa, distribusi makanan tetap berlanjut dengan sejumlah modifikasi dari segi waktu penyaluran dan jenis hidangan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menyebutkan bahwa mayoritas sekolah memang berharap program ini tidak dihentikan selama bulan puasa. Fleksibilitas diberikan kepada sekolah untuk mengatur ritmenya masing-masing.
“Umumnya tetap meminta disuplai. Untuk teknis lebih rinci bisa langsung ditanyakan ke pihak SPPG atau SPPI,” terangnya.
Pernyataan tersebut selaras dengan kesiapan pihak penyedia. Ketua SPPG Tungkaran, Muhammad Rody, menegaskan komitmennya untuk menyuplai berbagai lembaga pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga MA. Daftar sekolah yang dilayani mencakup PAUD Sungkar Perdana, PAUD Inayah, SDN Cindai Alus 1 dan 2, KB Aisyah, TKN Tunas Pratama, RA Muslimat NU Pasayangan, MTs dan MA Puteri Al Amin, TK Al Amin Martapura, SDN Pasayangan 1, serta SDN Tungkaran.
Rody mengatur siasat pengiriman yang disesuaikan dengan kalender akademik masing-masing sekolah. Bagi sekolah yang memberlakukan libur, jatah makanan untuk tiga hari akan digabungkan dan dikirimkan dua kali dalam seminggu. Sebaliknya, sekolah yang tetap beraktivitas akan menerima pasokan setiap hari.
Mengingat kondisi puasa, Rody memastikan adanya penyesuaian jenis makanan yang dibagikan. “Menu selama Ramadan dipastikan berupa makanan kering,” jelasnya.
Salah satu potret pelaksanaan penyesuaian ini dapat dilihat di SDN Cindai Alus 1 yang memiliki lebih dari 400 siswa penerima manfaat. Di sekolah ini, distribusi tidak dilakukan setiap hari, melainkan dirapel pada hari Senin dan Kamis.
Untuk memastikan proses berjalan tertib, sekolah proaktif menyebarkan jadwal pengambilan melalui grup WhatsApp paguyuban kelas. Berbekal informasi tersebut, orang tua atau siswa dapat datang langsung ke sekolah untuk mengambil hak mereka.
Mengenai isi paket makanan, Guru Kelas V SDN Cindai Alus 1, Anjar Murdani, memberikan gambarannya.
“Menu dari SPPG biasanya makanan kering seperti roti, telur, buah-buahan, dan susu. Untuk Ramadan ini masih menunggu kepastian apakah ada perubahan atau tidak,” ujarnya.
Kebijakan untuk meneruskan program MBG di tengah bulan puasa ini ternyata membawa angin segar bagi para orang tua. Pasokan makanan yang didapat dari sekolah kini beralih fungsi menjadi pelengkap hidangan saat azan magrib berkumandang.
“Lumayan untuk tambahan buka puasa anak,” kata Yuli, salah seorang wali murid yang merasa terbantu dengan tetap berjalannya program ini.


