BerandaHabar BanjarbaruDari Kalsel Go Internasional:...

Dari Kalsel Go Internasional: Desainer Mahdalena Syahdan Bawa Sasirangan ke Panggung Dunia

Terbaru

Dari Kalsel Go Internasional: Desainer Mahdalena Syahdan Bawa Sasirangan ke Panggung Dunia

Banjarbaru — Desainer kelahiran Tabalong, Kalimantan Selatan, Mahdalena Syahdan, berhasil mengangkat pamor kain tradisional sasirangan ke kancah internasional.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan promosi budaya ke Malaysia dan Singapura yang berlangsung sejak 26 hingga 31 Januari 2026.

Perjalanan lintas negara ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan wastra buatan tangan tersebut, melainkan juga wujud kontribusi sang desainer dalam menjaga keberlangsungan budaya Nusantara melalui perhelatan bergengsi, AKAR Symposium.

Dalam lawatannya, Mahdalena memfokuskan promosi keunikan sasirangan di Malaysia pada 26 hingga 29 Januari. Rangkaian misi budaya tersebut kemudian berlanjut ke Singapura pada 30 hingga 31 Januari.

Di Singapura, acara dipusatkan di Wisma Geylang Serai yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi para tokoh dan perwakilan dari berbagai daerah di Nusantara, meliputi Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera.

Simposium budaya ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan, Menteri Luar Negeri,
Pembangunan Keluarga dan Sosial Singapura, Encik Zhulkarnaen Abdul Rahim, serta sejumlah tokoh masyarakat keturunan Nusantara yang berdomisili di Singapura.

Secara garis besar, AKAR Symposium digelar dengan tujuan krusial: memastikan adat istiadat, seni budaya, dan wastra Nusantara tetap lestari, hidup, berkembang dan tidak terkikis oleh derasnya arus modernitas.

Komitmen untuk menjaga warisan leluhur ini menjadi dorongan utama bagi Mahdalena dalam setiap karyanya.

“Saya sebagai putri asli Banjar Kalimantan Selatan, berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya handmade kain sasirangan ini,” ujar Mahdalena, Jum’at (20/02/2026).

Ia menyatakan ambisinya untuk membawa sasirangan semakin dikenal luas hingga pasar global. Untuk itu, ia terus menjalin kolaborasi dengan para pengrajin lokal guna meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor.

Menurutnya, penguatan kualitas dan inovasi desain menjadi kunci agar sasirangan mampu bersaing di industri fesyen internasional, tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya.

Mahdalena juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya, sehingga sasirangan tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga ikon wastra Indonesia di kancah dunia.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka