BerandaHabar BanjarAntisipasi Mafia Sembako, Polisi...

Antisipasi Mafia Sembako, Polisi dan Pemkab Banjar Kawal Ketat Pasar Murah Ramadan 1447 H

Terbaru

Antisipasi Mafia Sembako, Polisi dan Pemkab Banjar Kawal Ketat Pasar Murah Ramadan 1447 H

MARTAPURA – Penyelenggaraan Pasar Murah Ramadan 1447 H di Kabupaten Banjar mendapat pengawalan berlapis dari aparat kepolisian. Langkah antisipatif ini diambil guna memutus ruang gerak oknum tak bertanggung jawab yang berniat menimbun bahan pokok demi meraup untung di bulan suci.

​Sikap tegas ini menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar. Pertemuan ini melibatkan jajaran Polres Banjar, perwakilan kecamatan, Satpol PP, hingga instansi terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.

​Mewakili Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra pada Selasa (17/2/2026) menyampaikan bahwa kepolisian akan turun tangan mengawasi jalur distribusi, bukan sekadar menjaga keamanan lokasi. Unit Tipidter dan Intelkam akan diterjunkan untuk mengendus segala bentuk kecurangan.

​“Pasar murah menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami fokus mengawal distribusi agar tepat sasaran dan mencegah penimbunan maupun praktik curang lainnya,” tegas AKP Rifandy.

​Ia juga memperingatkan bahwa segala bentuk penyimpangan yang memicu kelangkaan bahan pokok akan berhadapan dengan hukum.

​“Jika ditemukan pelanggaran hukum, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

​Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Banjar, Linda Yunianti memaparkan bahwa program ini adalah senjata andalan daerah untuk menekan inflasi saat tren konsumsi masyarakat melonjak. Menggandeng rangkaian Safari Ramadan, pasar murah tahun ini akan dipadatkan jadwal pelaksanaannya selama 10 hari berturut-turut.

​“Dua kecamatan dalam sehari, mulainya pukul 09.00 WITA,” kata Linda.

​“Skema ini kami susun agar jangkauan lebih luas, namun tetap efisien dari sisi waktu dan anggaran,” jelas Linda.

​Untuk mekanisme penyalurannya, pemerintah menggunakan sistem kupon melalui kepala desa guna mencegah salah sasaran. Tersedia 200 paket sembako dengan dua varian harga: paket Rp54.500 (telur, minyak goreng, gula, tepung) dan paket Rp35.000 (susu, minyak goreng, gula, tepung).

​Tidak hanya itu, pasokan kebutuhan pokok juga diperkuat oleh Dinas Ketahanan Pangan selama tiga hari di area sekitar pasar murah.

​“Sebanyak 100 paket beras ukuran 4 liter disubsidi Rp5.000 per paket, sementara ikan hidup mendapat subsidi Rp10.000 per kilogram,” rincinya.

​Guna memastikan barang yang dijual benar-benar relevan dengan kondisi warga setempat, Dinas Pertanian (Distan) turut andil dalam memberikan data komoditas yang paling dicari.

​“Langkah (pendataan Distan) ini sengaja dilakukan lebih awal agar pasokan yang dibawa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” lugasnya.

​Sebagai penutup, Linda menjamin kolaborasi ketat antara pemerintah dan aparat penegak hukum akan menutup celah bagi para mafia sembako.

​“Karena itulah, distribusi kami atur seketat mungkin dan diawasi bersama aparat agar tidak ada celah penimbunan atau penyalahgunaan di lapangan,” urai Linda.

Trending Minggu Ini

Kamu mungkin juga suka